MTsN 3 Malang – Implementasi Program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) di MTsN 3 Malang menjadi salah satu fokus kunjungan studi tiru MTsN 1 Wonogiri, Jawa Tengah, Kamis (9/7/2026). Program yang terpusat di Pojok Kependudukan itu dinilai berhasil mengintegrasikan edukasi kependudukan dengan pembentukan karakter peserta didik melalui berbagai kegiatan yang relevan dengan kehidupan remaja.

Rombongan MTsN 1 Wonogiri mendapat paparan mengenai pelaksanaan Program SSK yang mencakup edukasi pencegahan perundungan (bullying), pencegahan pernikahan usia dini, pencegahan stunting, penguatan kesehatan mental remaja, kampanye hidup sehat, serta gerakan anti narkoba. Berbagai materi disampaikan melalui media informasi, diskusi interaktif, dan pendekatan edukasi sebaya sehingga lebih mudah dipahami serta diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala MTsN 3 Malang, Dra. Hj. Warsi, M.Pd., mengatakan bahwa Program SSK tidak hanya berorientasi pada penyampaian informasi, tetapi juga membangun budaya madrasah yang mendukung tumbuhnya perilaku hidup sehat, kepedulian sosial, dan kesiapan peserta didik menghadapi tantangan masa depan. “Melalui Program SSK, kami berupaya menghadirkan edukasi kependudukan yang dekat dengan kehidupan peserta didik. Isu seperti perundungan, kesehatan mental, stunting, pernikahan usia dini, hingga penyalahgunaan narkoba menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan kualitas generasi masa depan,” ujarnya.
Pelaksanaan Program SSK di MTsN 3 Malang melibatkan peserta didik sebagai edukator sebaya yang menyampaikan berbagai materi kepada teman-temannya. Pendekatan tersebut menjadi salah satu strategi untuk membangun kesadaran sekaligus memperkuat budaya saling mengingatkan dalam menciptakan lingkungan madrasah yang aman, sehat, dan inklusif.

Kepala MTsN 1 Wonogiri, Kusun Dahari, S.Pd.I., M.S.I., menilai Program SSK MTsN 3 Malang telah dikelola secara sistematis dan berkelanjutan. Menurutnya, program tersebut mampu menjawab berbagai persoalan remaja melalui kegiatan edukatif yang melibatkan seluruh warga madrasah. “Program ini memberikan gambaran bahwa pendidikan kependudukan dapat diintegrasikan dengan penguatan karakter peserta didik. Banyak praktik baik yang kami peroleh dan menjadi referensi untuk dikembangkan sesuai dengan kebutuhan madrasah kami,” ungkapnya.
Kunjungan diakhiri dengan sesi diskusi dan berbagi praktik baik mengenai pengelolaan Program SSK. Pertemuan tersebut diharapkan memperkuat kolaborasi antar-madrasah dalam mengembangkan pendidikan kependudukan sekaligus mendorong lahirnya generasi yang sehat, berkarakter, bebas dari perundungan dan penyalahgunaan narkoba, serta mampu merencanakan masa depan secara bertanggung jawab.





