Lawang (MTsN 3 Malang) – MTsN 3 Malang kembali menerima kunjungan studi tiru dari lembaga pendidikan luar daerah. Kali ini, UPT SMPN 2 Gresik melaksanakan kegiatan Studi Tiru Pengelolaan Keamanan Pangan Sekolah, Manajemen Lahan dan Fasilitas Pendukung, serta Implementasi Edukasinya kepada Murid, Senin (15/06). Rombongan yang berjumlah 13 orang tersebut dipimpin langsung oleh Kepala UPT SMPN 2 Gresik, Mohammad Salim, dan disambut oleh Kepala MTsN 3 Malang, Hj. Warsi, beserta staf pimpinan di Aula Ma’had Putri MTsN 3 Malang. Turut hadir pula kader Keamanan Pangan dari murid MTsN 3 Malang yang selama ini aktif menggerakkan berbagai program edukasi keamanan pangan di lingkungan madrasah.
Mengawali sambutannya, Mohammad Salim menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan oleh keluarga besar MTsN 3 Malang. Ia menjelaskan bahwa kunjungan studi tiru tersebut merupakan rekomendasi dari Dinas Jawa Timur yang menempatkan MTsN 3 Malang sebagai salah satu lembaga yang layak dijadikan rujukan dalam pengelolaan keamanan pangan sekolah dan berbagai program penguatan karakter murid.

“Kami mengucapkan terima kasih atas penerimaan yang luar biasa ini dan mohon maaf apabila kehadiran kami mengganggu aktivitas bapak dan ibu. Kunjungan ini merupakan rekomendasi dari dinas, dan setelah kami menelusuri berbagai informasi tentang MTsN 3 Malang, ternyata banyak hal yang dapat kami pelajari di sini,” ungkap Mohammad Salim.
Kepala UPT SMPN 2 Gresik menambahkan bahwa ketertarikannya tidak hanya pada pengelolaan Keamanan Pangan Sekolah, tetapi juga berbagai program unggulan lain yang telah dikembangkan MTsN 3 Malang. Menurutnya, program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) di MTsN 3 Malang telah berkembang sangat baik dan berhasil meraih berbagai prestasi yang membanggakan.
“Oleh karena itu, kami mohon izin untuk mendapatkan sharing berbagai program unggulan lainnya, seperti Sekolah Siaga Kependudukan, Unit Kesehatan Sekolah, hingga perpustakaan digital. Harapannya, berbagai praktik baik yang ada di MTsN 3 Malang dapat kami amati, tiru, dan modifikasi sesuai dengan kebutuhan di UPT SMPN 2 Gresik,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala MTsN 3 Malang, Hj. Warsi, menyampaikan bahwa MTsN 3 Malang selalu terbuka untuk berbagi praktik baik dengan berbagai satuan pendidikan, tidak terbatas pada madrasah di bawah naungan Kementerian Agama, tetapi juga sekolah-sekolah di bawah naungan kementerian lain. Menurutnya, kolaborasi antarlembaga pendidikan menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara bersama-sama.

“Kami sangat terbuka dengan kegiatan seperti ini. Justru kunjungan seperti inilah yang kami nantikan, karena pendidikan tidak dapat berkembang apabila berjalan sendiri-sendiri. Kita perlu saling belajar dan saling menguatkan,” ungkap Hj. Warsi.
Kepala MTsN 3 Malang kemudian mengajak seluruh peserta untuk memaknai kolaborasi melalui sebuah filosofi sederhana. “Allah menciptakan langit yang begitu luas dan menghadirkan banyak bintang yang bersinar. Mari kita bersinar bersama tanpa saling meredupkan. Pertemuan hari ini menjadi ruang untuk saling berbagi pengalaman terbaik dalam mengelola pendidikan, karena bisa jadi UPT SMPN 2 Gresik juga memiliki banyak praktik baik yang dapat kami pelajari,” tutur Kepala MTsN 3 Malang.

Hj. Warsi juga menjelaskan bahwa keberhasilan berbagai program di MTsN 3 Malang tidak lepas dari kolaborasi seluruh warga madrasah, mulai dari pimpinan, guru, tenaga kependidikan, murid, komite, hingga para mitra eksternal. Salah satunya terlihat pada program Keamanan Pangan Sekolah yang tidak hanya berfokus pada pengawasan pangan, tetapi juga mengintegrasikan edukasi, pembiasaan hidup sehat, dan pembentukan kader-kader keamanan pangan dari kalangan murid.

Usai kegiatan pembukaan, rombongan diajak berkeliling untuk melihat secara langsung implementasi berbagai program unggulan yang dimiliki MTsN 3 Malang, mulai dari pengelolaan Keamanan Pangan Sekolah, Sekolah Siaga Kependudukan (SSK), Unit Kesehatan Sekolah (UKS), perpustakaan digital, hingga manajemen lahan dan fasilitas pendukung lainnya. Kegiatan berlangsung hangat, interaktif, dan penuh semangat kolaborasi sebagai wujud nyata sinergi antarsatuan pendidikan dalam mewujudkan pendidikan yang maju, sehat, dan berkelanjutan.






