Lawang (MTsN 3 Malang) – Mengusung tema “Mahabbah Kelulusan: Membasuh Diri dengan Peduli, Menjemput Cahaya di Rumah Ilahi”, MTsN 3 Malang menggelar kegiatan Abdan Syakuro sebagai rangkaian pengumuman kelulusan murid kelas IX Tahun Ajaran 2025-2026. Kegiatan yang dilaksanakan Selasa (02/06) tersebut, dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Malang, Kasubbag Tata Usaha, Kasi Pendidikan Madrasah, Forkopimcam Lawang, para pendiri madrasah, kepala madrasah terdahulu, komite madrasah, wali murid, serta seluruh civitas akademika MTsN 3 Malang.
Dalam sambutannya, Kepala MTsN 3 Malang, menjelaskan bahwa kelulusan bukan sekadar berakhirnya masa belajar di madrasah, tetapi menjadi awal perjalanan untuk menjadi pribadi yang peduli, berakhlak mulia, dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. “Melalui tema ini, kami ingin mengajarkan bahwa ungkapan syukur terbaik bukanlah euforia yang berlebihan, melainkan amal saleh yang membawa manfaat bagi sesama. Karena itu murid diajak membersihkan masjid dan memberikan bantuan perlengkapan ibadah sebagai bentuk cinta kepada Allah, cinta kepada rumah ibadah, dan cinta kepada masyarakat,” ungkap Hj. Warsi.

Hj. Warsi menambahkan bahwa rangkaian kegiatan diawali dengan aksi bakti sosial berupa pembersihan 12 masjid yang tersebar di sekitar wilayah tempat tinggal murid. Setiap kelas mendapat amanah untuk membersihkan masjid sekaligus menyalurkan bantuan perlengkapan ibadah berupa sarung dan mukenah yang dapat dimanfaatkan oleh jamaah. Menurutnya, kegiatan tersebut dirancang agar momentum kelulusan menjadi lebih bermakna dan meninggalkan jejak kebaikan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. “Kami ingin murid memahami bahwa keberhasilan yang diraih hari ini tidak lepas dari doa banyak pihak. Karena itu rasa syukur tersebut diwujudkan melalui aksi nyata yang membawa manfaat bagi lingkungan sekitar,” jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Malang, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada keluarga besar MTsN 3 Malang atas konsistensinya menghadirkan inovasi pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan kepedulian sosial. Menurutnya, dari sekitar 1.115 lembaga pendidikan di bawah binaan Kementerian Agama Kabupaten Malang yang terdiri dari RA, MI, MTs, dan MA, hanya MTsN 3 Malang yang secara istiqamah menginisiasi dan menggelar kegiatan Abdan Syakuro sebagai bentuk rasa syukur atas kelulusan murid.

H. Sahid menegaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa MTsN 3 Malang mampu mengubah momentum kelulusan menjadi sarana pendidikan karakter yang bermakna. “Kelulusan tidak dirayakan dengan euforia semata, tetapi diwujudkan dalam bentuk kepedulian kepada masyarakat dan rumah ibadah. Ini adalah pendidikan yang sesungguhnya, ketika murid diajak memahami bahwa rasa syukur harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang bermanfaat bagi orang lain,” ungkapnya.
Beliau juga menyampaikan kebanggaannya atas capaian akademik murid MTsN 3 Malang pada tahun pelajaran 2025-2026. Salah satu indikatornya terlihat dari hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang menunjukkan prestasi membanggakan, bahkan terdapat murid yang berhasil meraih nilai sempurna 100 pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti bahwa MTsN 3 Malang tidak hanya unggul dalam pembinaan karakter dan spiritualitas, tetapi juga mampu menghasilkan prestasi akademik yang membanggakan di tingkat nasional.

Lebih lanjut, H. Sahid menyampaikan bahwa berbagai penghargaan dan prestasi yang diraih MTsN 3 Malang merupakan hasil kerja keras seluruh elemen madrasah, mulai dari kepala madrasah, guru, tenaga kependidikan, komite, hingga dukungan penuh dari para wali murid. Oleh karena itu, beliau berharap budaya prestasi, kepedulian, dan rasa syukur yang telah menjadi ciri khas MTsN 3 Malang dapat terus dipertahankan dan dikembangkan di masa mendatang.
Sementara itu, H. Suprayitno selaku ketua panitia Abdan Syakuro 2026 menjelaskan bahwa kegiatan tahun ini diikuti oleh seluruh murid kelas IX yang berjumlah 349 murid. Rangkaian kegiatan dikemas dalam suasana religius, penuh syukur, dan sarat makna sebagai bekal murid memasuki jenjang pendidikan berikutnya. Setelah seluruh murid dinyatakan lulus, mereka bersama-sama melaksanakan sujud syukur sebagai ungkapan terima kasih kepada Allah SWT. Suasana haru semakin terasa ketika para murid menghampiri orang tua masing-masing untuk menyampaikan terima kasih, memohon doa restu, serta menunjukkan bakti atas segala pengorbanan yang telah diberikan. Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan seorang murid tidak lepas dari doa, perjuangan, dan cinta kasih orang tua serta para guru yang senantiasa membersamai perjalanan mereka.





