Lawang (MTsN 3 Malang) – Guna membentuk generasi yang mandiri, disiplin, dan berkarakter, MTsN 3 Malang sukses menyelenggarakan kegiatan Perkemahan Jumat-Sabtu (Perjusa) bagi seluruh siswa baru kelas 7 tahun ajaran 2026-2027. Kegiatan kepramukaan yang penuh semangat ini dilaksanakan pada hari Jumat hingga Sabtu, 17-18 Juli 2026, bertempat di lingkungan MTsN 3 Malang. Dibuka langsung oleh jajaran pimpinan madrasah, Perjusa kali ini dirancang secara interaktif untuk memadukan nilai-nilai kepanduan dengan budaya luhur madrasah.

Kegiatan Perjusa tahun ini diikuti oleh ratusan siswa baru kelas 7 yang tampak sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian acara sejak hari pertama dimulai. Mengusung konsep yang edukatif dan inspiratif, para peserta tidak hanya diajarkan keterampilan teknis kepramukaan seperti seni tali-temali, dan aneka permainan dalam membentuk karakter kekompakan, kerjasama, bertanggung jawab dan melatih murid berjiwa berani. Lebih dari itu, mereka juga dibekali dengan pembiasaan karakter positif yang dirancang untuk membangun kerja sama tim dan ketahanan mental. Rangkaian kegiatan ini menjadi langkah strategis madrasah dalam memperkuat transisi psikologis siswa ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Kepala MTsN 3 Malang, Hj. Warsi, menjelaskan bahwa Perjusa bukan sekadar kegiatan outdoor seremonial, melainkan sebuah momentum krusial dalam menerapkan sistem Disiplin Positif dan mewujudkan konsep Madrasah Ramah Anak. Melalui perkemahan ini, pihak madrasah ingin memastikan seluruh siswa baru dapat menempa diri dalam suasana belajar yang aman, suportif, dan penuh kebersamaan.
“Melalui Perjusa ini, kami ingin menanamkan secara nyata nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang menjadi keunggulan madrasah kami. Anak-anak dilatih untuk mandiri, mampu memecahkan masalah bersama kelompok, serta menumbuhkan rasa cinta kepada sesama dan kelestarian lingkungan sekitar. Kami berharap kedisiplinan mereka lahir dari kesadaran hati yang penuh cinta,” tutur Hj. Warsi dengan bangga.

Selain aktivitas fisik dan ketangkasan kepanduan, materi keagamaan serta sosialisasi Ubudiyah tetap menjadi pilar utama yang tidak terpisahkan selama perkemahan berlangsung. Pada malam hari, setelah pelaksanaan upacara api unggun yang khidmat dan hangat, para siswa diajak untuk melaksanakan salat berjamaah, zikir, dan renungan malam. Hal ini bertujuan memperkuat kecintaan kepada Allah, Rasulullah, serta orang tua mereka. Tidak lupa, nilai-nilai Moderasi Beragama dan pendidikan karakter inklusif juga disisipkan di sela-sela dinamika kelompok.
Melalui pelaksanaan Perjusa yang berjalan lancar dan penuh kegembiraan ini, orang tua murid dapat melihat perkembangan nyata pada kemandirian dan rasa percaya diri putra-putri mereka. MTsN 3 Malang berkomitmen penuh untuk mengawal proses tumbuh kembang siswa secara holistik. Dengan pondasi akhlak yang kuat, kedisiplinan yang tinggi, serta karakter yang kuat, generasi baru kelas 7 ini siap berproses menjadi pribadi yang unggul guna menyongsong Indonesia Emas 2045.(atr)




