MTsN 3 Malang – Hari-hari pertama di madrasah tidak hanya diisi dengan pengenalan lingkungan belajar. Di MTsN 3 Malang, murid juga diajak memahami pentingnya membangun karakter jujur melalui Gerakan Anti Korupsi yang menjadi bagian dari rangkaian Masa Ta’aruf Madrasah (MATAMUDA). Kegiatan ini dilaksanakan di seluruh kelas dengan pendampingan guru sebagai wujud nyata penguatan Program Zona Integritas (ZI) di lingkungan madrasah.
Dalam setiap sesi, guru menyampaikan materi mengenai nilai-nilai integritas, bentuk perilaku koruptif yang kerap muncul dalam kehidupan sehari-hari, serta cara sederhana mencegahnya sejak usia remaja. Suasana pembelajaran dibuat komunikatif melalui diskusi dan studi kasus sehingga murid tidak sekadar menerima materi, tetapi juga diajak berpikir kritis terhadap berbagai persoalan yang mungkin mereka temui di lingkungan madrasah.

Sebagai penguatan, setiap murid diberikan tugas untuk mengidentifikasi contoh perilaku yang mencerminkan kejujuran maupun tindakan yang bertentangan dengan nilai integritas. Mereka kemudian diminta menyampaikan solusi dan komitmen pribadi sebagai bentuk kesiapan menjadi generasi yang berani berkata jujur, bertanggung jawab, serta menjaga amanah dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala MTsN 3 Malang, Dra. Hj. Warsi, M.Pd., menegaskan bahwa pendidikan antikorupsi tidak cukup diberikan dalam bentuk teori, tetapi harus menjadi budaya yang dibangun melalui pembiasaan sejak hari pertama murid berada di madrasah.

“Zona Integritas tidak hanya diwujudkan melalui tata kelola lembaga yang bersih dan akuntabel, tetapi juga melalui pembentukan karakter seluruh warga madrasah. Kami ingin murid memahami bahwa kejujuran adalah kebiasaan yang harus dilatih setiap hari. Dari hal-hal sederhana, seperti disiplin, tidak menyontek, dan bertanggung jawab terhadap tugas, mereka sedang belajar menjadi pribadi yang berintegritas,” ujarnya.
Melalui Gerakan Anti Korupsi dalam MATAMUDA, MTsN 3 Malang berharap nilai integritas tumbuh menjadi budaya bersama. Dengan pembiasaan yang dilakukan secara konsisten, murid diharapkan tidak hanya memahami bahaya korupsi, tetapi juga mampu menjadi teladan dalam menerapkan sikap jujur, disiplin, dan bertanggung jawab, sejalan dengan komitmen madrasah mewujudkan Zona Integritas yang bersih, transparan, dan melayani.




