MTsN 3 Malang – Menjadi guru bukan sekadar menyampaikan ilmu, tetapi menghadirkan keteladanan, memahami karakter peserta didik, dan menuntun mereka menemukan potensi terbaiknya. Pesan tersebut mengemuka dalam Seminar Motivasi Keguruan bertajuk “Menjadi Guru yang Dirindukan Surga” yang digelar MTsN 3 Malang di Aula Ma’had Putri, Jumat (10/7/2026).
Kegiatan yang diikuti oleh seluruh guru MTsN 3 Malang tersebut menghadirkan dr. Martina Sylviarini S.W. atau yang akrab disapa dr. Vivi, seorang dokter umum sekaligus tokoh inspirator parenting. Hadir bersama timnya, dr. Vivi memberikan penguatan kepada para pendidik tentang pentingnya membangun hubungan bermakna antara guru dan peserta didik.

Kepala MTsN 3 Malang, Dra. Hj. Warsi, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa guru memiliki peran besar dalam membentuk karakter generasi masa depan. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari pencapaian akademik, tetapi juga dari nilai dan keteladanan yang ditanamkan oleh seorang guru. “Guru bukan hanya pengajar di ruang kelas, tetapi juga menjadi sosok yang memberikan inspirasi, motivasi, dan teladan bagi peserta didik. Ketika guru mengajar dengan hati, maka ilmu yang diberikan akan lebih bermakna,” ujar Warsi.
Dalam pemaparannya, dr. Vivi mengajak para guru untuk memahami peserta didik secara lebih mendalam. Ia menekankan bahwa mendidik anak tidak cukup dilakukan dengan memberikan perintah, tetapi perlu memberikan ruang bagi mereka untuk berpikir, mencoba, dan belajar dari proses yang dijalani. “Mempelajari anak bukan hanya dengan memberi perintah. Anak perlu diberi kesempatan untuk berpikir dan memproses kesalahan agar mendapatkan pembelajaran serta pengalaman. Dari situlah karakter mereka terbentuk,” ungkap dr. Vivi.

Ia juga mengingatkan bahwa setiap peserta didik memiliki keunikan dan potensi masing-masing. Menurutnya, tidak ada anak yang gagal karena setiap individu memiliki bidang keahlian yang berbeda. “Setiap guru harus memahami setiap murid. Tidak ada anak yang gagal, mereka hanya memiliki cara dan bidang keahlian masing-masing untuk berkembang,” tegasnya.
Selain mendapatkan materi motivasi, para guru juga mengikuti kegiatan reflektif melalui pembentukan kelompok. Peserta diajak membuat yel-yel, mengikuti permainan motivasi, serta menuliskan sosok guru teladan yang pernah memberikan pengaruh dalam perjalanan hidup mereka. Setiap kelompok kemudian mempresentasikan hasil refleksi tersebut di hadapan peserta lain.

Suasana haru pecah ketika satu per satu guru menyampaikan pesan kepada sosok pendidik yang pernah memberi warna dalam perjalanan mereka. Setiap pesan membawa kembali kenangan tentang keteladanan, perhatian, dan motivasi yang menjadi bekal hingga hari ini. Momen reflektif tersebut mengingatkan para guru MTsN 3 Malang bahwa menjadi pendidik bukan sekadar profesi, melainkan sebuah pengabdian untuk menanamkan kebaikan dan meninggalkan jejak bermakna bagi generasi berikutnya.
Melalui seminar ini, MTsN 3 Malang berharap seluruh pendidik semakin menguatkan komitmen untuk menjadi guru yang tidak hanya dirasakan kehadirannya, tetapi juga dikenang kebaikannya oleh peserta didik.




