Lawang (MTsN 3 Malang) – Suasana penerimaan laporan hasil belajar semester genap murid kelas VII dan VIII Tahun Ajaran 2025-2026 di MTsN 3 Malang, Kamis (18/06), terasa berbeda dari biasanya. Mengusung tema “Ayah Teladan, Anak Gemilang”, madrasah menghadirkan para ayah dalam kegiatan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) sebagai upaya memperkuat peran ayah dalam mendampingi tumbuh kembang dan pendidikan putra-putrinya.
Mengawali kegiatan, Kepala MTsN 3 Malang, Hj. Warsi, menyampaikan apresiasi kepada para ayah yang telah meluangkan waktu untuk hadir di madrasah. Menurutnya, sosok ayah bukan hanya berperan sebagai pencari nafkah, tetapi juga menjadi teladan utama yang akan ditiru oleh anak-anak dalam kehidupan sehari-hari.
Hj. Warsi juga memberikan pembekalan terkait dinamika pendidikan ke depan, khususnya mengenai pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang akan mengalami penambahan mata pelajaran. Oleh karena itu, beliau mengajak seluruh orang tua untuk terus mendampingi dan memberikan dukungan kepada putra-putrinya selama proses belajar.

“Kami menitipkan pesan kepada para ayah, saat memeriksa hasil belajar hari ini, mohon tidak hanya fokus pada rapor akademik saja. Tolong cek juga perkembangan SKU (Syarat Kecakapan Umum) dan laporan BTQ (Baca Tulis Al-Qur’an) putra-putri kita. Harapan besar kita bersama adalah melihat murid MTsN 3 Malang tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlakul karimah, menjadi anak yang saleh dan salehah, serta membawa manfaat bagi orang tua dan masyarakat,” ungkap Hj. Warsi.
Hj. Warsi juga mengingatkan bahwa keberhasilan pendidikan di MTsN 3 Malang tidak terlepas dari komitmen seluruh warga madrasah dalam membangun budaya Zona Integritas (ZI). Menurutnya, Zona Integritas bukan sekadar program kelembagaan, melainkan gerakan bersama untuk menanamkan nilai kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, dan pelayanan yang berorientasi pada kemaslahatan. Oleh karena itu, keterlibatan orang tua, khususnya para ayah, menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem pendidikan yang selaras antara rumah dan madrasah. “Apa yang dibiasakan di madrasah harus dilanjutkan di rumah. Ketika madrasah dan keluarga berjalan beriringan, maka karakter anak akan tumbuh lebih kuat dan menjadi bekal mereka di masa depan,” jelas Hj. Warsi.
Pada kesempatan tersebut, Ustadz Sukar, S.Ag., turut memberikan tausiah yang menguatkan pentingnya sinergi antara keluarga dan madrasah. Beliau menyampaikan bahwa MTsN 3 Malang telah menjadi wadah yang mampu menyeimbangkan antara ilmu dunia dan ilmu akhirat. Menurutnya, prinsip “Ilmu Hebat, Akhlak Jos” menjadi fondasi penting dalam mencetak generasi unggul di masa depan.
Ustadz Sukar menjelaskan bahwa terdapat beberapa kunci agar sebuah keluarga diangkat derajatnya oleh Allah SWT, di antaranya membangun kasih sayang yang tulus kepada anak, menciptakan keharmonisan keluarga, memberikan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari, menjaga hubungan sosial yang baik dengan lingkungan sekitar, serta menempuh jalur langit melalui tirakat, doa, dan ibadah yang dipanjatkan oleh orang tua untuk anak-anaknya.

Di akhir tausiahnya, beliau menyampaikan sebuah analogi yang mengundang refleksi mendalam. “Anak itu ibarat lampu, guru adalah sakelarnya, dan orang tua adalah kabelnya. Agar lampu dapat menyala terang, maka aliran listriknya harus tersambung dengan baik. Oleh karena itu, orang tua harus terus bersinergi dan menjaga hubungan yang harmonis dengan guru di madrasah,” jelasnya.
Kegiatan yang berlangsung penuh kehangatan dan kekeluargaan tersebut ditutup dengan doa bersama dan penyerahan laporan hasil belajar kepada para orang tua. Melalui Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), MTsN 3 Malang berharap kolaborasi antara madrasah dan keluarga, khususnya para ayah, dapat semakin kuat dalam mengantarkan murid menjadi generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan masa depan.





