MALANG- Upaya peningkatan mutu dan akselerasi kualitas pendidikan madrasah terus bergelora. MTsN 3 Malang kembali menjadi jujugan studi tiru pengembangan manajemen lembaga pendidikan unggulan Kali ini, madrasah yang berlokasi di Kabupaten Malang tersebut menerima kunjungan kolaboratif dari rombongan Kepala MTs PP Darul Qur’an Darussalam Kab. Roku Hulu Riau, Yayasan Putri Tujuh Rokan Hulu, SD/SMP IT Inayan Rokan Hulu, Pondok Pesantren Darussalam Kabun, serta FEE Center Kediri pada Kamis (06/08).

Fokus utama studi tiru ini meliputi tiga pilar strategis, yakni: Peningkatan Mutu Pendidikan, Penguatan Tata Kelola Madrasah Berbasis Digital dan Akuntabel serta Pengembangan Program Unggulan Berdaya Saing Global
Kunjungan ini disambut hangat oleh segenap civitas akademika MTsN 3 Malang. Perwakilan rombongan menyampaikan bahwa studi tiru ini bertujuan untuk menyerap praktik baik (best practices) yang telah berhasil diterapkan oleh MTsN 3 Malang, baik dalam aspek pengelolaan kurikulum, penataan manajemen madrasah, hingga pembinaan bakat peserta didik. Sinergi antara jajaran yayasan, madrasah/sekolah IT, pesantren dari Rokan Hulu, serta FEE Center Kediri menjadi momentum penting dalam membangun jejaring pendidikan lintas daerah yang berorientasi pada kemajuan bersama.

Dalam sambutan penerimaannya, Hj. Warsi menegaskan bahwa kunci utama dari keberhasilan tata kelola dan mutu pendidikan di tempatnya terletak pada komitmen mewujudkan “Madrasah Multitalenta”.
“Madrasah hari ini bukan hanya sekadar tempat mentransfer ilmu agama dan umum, melainkan sebuah ekosistem tumbuh kembang yang mengakomodasi seluruh potensi murid. Melalui konsep Madrasah Multitalenta, kami berkomitmen memberi ruang seluas-luasnya bagi setiap anak untuk bersinar sesuai dengan minat, bakat, dan potensi keahliannya—baik di bidang akademik, keagamaan, bahasa, sains, hingga seni dan olahraga,” ujar Kamad MTsN 3 Malang.
Beliau juga menambahkan bahwa predikat Madrasah Multitalenta didukung oleh tata kelola kelembagaan yang adaptif, pemanfaatan teknologi, serta integrasi program kebahasaan dan pesantren. Kehadiran FEE Center Kediri serta rombongan dari Riau dinilai sangat sejalan dengan visi kolaborasi global dan penguatan bahasa asing di lingkungan madrasah. Rombongan peserta studi tiru berkesempatan melakukan diskusi mendalam (forum group discussion) bersama tim pengembang madrasah, dilanjutkan dengan meninjau langsung berbagai fasilitas pembelajaran, pusat kegiatan murid, serta melakukan peninjauan di pojok Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) MTsN 3 Malang.

Kepala MTs PP Darul Qur’an Darussalam Kab. Rokan Hulu Riau dan Yayasan Putri Tujuh Rokan Hulu menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas keterbukaan serta inspirasi yang bagikan oleh pihak MTsN 3 Malang. Diharapkan, hasil dari kegiatan studi tiru ini dapat segera diadaptasi dan diimplementasikan di SD/SMP IT Inayan Rokan Hulu serta Pondok Pesantren Darussalam Kabun demi mencetak generasi Islami yang cerdas, mandiri, dan berdaya saing tinggi.

Melalui kegiatan studi tiru ini, diharapkan terjalin jejaring kemitraan yang berkelanjutan antar-lembaga pendidikan Islam, baik madrasah negeri, sekolah Islam terpadu, pesantren, maupun lembaga kemitraan non-formal. Kegiatan diakhiri dengan penandatangan MOU dan diskusi interaktif tiap bidang (kurikulum, kesiswaan, humas, dan keasramaan), penyerahan cinderamata serta foto bersama sebagai simbol komitmen sinergi memajukan pendidikan madrasah di Indonesia.(dms)