Malang – MTsN 3 Malang terus memperkuat komitmennya dalam membangun generasi muda yang sehat dan berkualitas melalui Program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK). Selama dua hari, 15–16 Juli 2026, Posyandu Remaja SSK MTsN 3 Malang berkolaborasi menyukseskan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi seluruh murid dengan mengusung tema “Remaja Sehat, Generasi Hebat, Indonesia Emas 2045.” Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya madrasah menanamkan kesadaran pentingnya menjaga kesehatan sejak usia remaja sebagai bekal menyongsong masa depan.

Pelaksanaan CKG melibatkan tenaga kesehatan dari puskesmas bersama tim UKM MTsN 3 Malang serta mendapat dukungan penuh dari kader Sekolah Siaga Kependudukan (SSK). Para kader berperan aktif membantu proses registrasi, mengarahkan peserta didik menuju setiap layanan pemeriksaan, memberikan edukasi mengenai pola hidup sehat, serta memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan nyaman.
Berbagai layanan kesehatan diberikan kepada murid, mulai dari pemeriksaan tekanan darah, skrining kesehatan dasar, pengukuran kondisi fisik, cek kesehatan mata, hingga edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan remaja. Melalui Posyandu Remaja, mereka tidak hanya memperoleh layanan pemeriksaan kesehatan, tetapi juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya menerapkan gaya hidup sehat, mencegah stunting, menjaga kesehatan reproduksi remaja, memperhatikan kesehatan mental, serta menghindari penyalahgunaan narkoba sebagai bagian dari edukasi kependudukan.
Kepala MTsN 3 Malang, Dra. Hj. Warsi, M.Pd., menyampaikan bahwa Posyandu Remaja merupakan salah satu program unggulan SSK yang mengintegrasikan pendidikan karakter, kesehatan, dan kependudukan. Menurutnya, kesehatan menjadi fondasi utama dalam mencetak generasi yang unggul. “Melalui Posyandu Remaja, kami ingin membangun budaya hidup sehat di lingkungan madrasah. Kader SSK tidak hanya menjadi pendamping kegiatan, tetapi juga berperan sebagai agen edukasi yang mampu mengajak teman-temannya peduli terhadap kesehatan dan masa depan,” ujarnya.

Warsi menambahkan, keterlibatan kader SSK menjadi bukti bahwa peserta didik mampu mengambil peran nyata dalam menciptakan lingkungan madrasah yang sehat, aman, dan peduli. Semangat kolaborasi antara madrasah, tenaga kesehatan, dan peserta didik diharapkan mampu memperkuat kualitas layanan kesehatan sekolah sekaligus mendukung terwujudnya generasi yang tangguh, berkarakter, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.




