Malang – Kehadiran Ketua Tim Kesiswaan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Dr. Arini Indah Nihayati, di MTsN 3 Malang menjadi momentum penting bagi penguatan program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK). Di sela kegiatan Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) 2026, Arini berkesempatan mengunjungi Pojok Kependudukan SSK MTsN 3 Malang yang menjadi ruang edukasi bagi murid untuk memahami berbagai isu kependudukan secara lebih dekat.
Dalam kunjungan tersebut, kader SSK MTsN 3 Malang tampil sebagai garda terdepan dalam mengenalkan berbagai program unggulan madrasah. Para kader menjelaskan berbagai informasi terkait kependudukan, mulai dari pencegahan pernikahan dini, pencegahan stunting, kesehatan remaja, kesehatan mental, bahaya narkoba, hingga upaya menciptakan lingkungan madrasah yang aman tanpa perundungan.

Dengan penuh percaya diri, kader SSK memandu Ibu Arini melihat berbagai media edukasi yang tersedia di Pojok Kependudukan. Mereka menunjukkan bahwa SSK bukan sekadar program pendukung, tetapi menjadi wadah pembentukan karakter murid agar mampu menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Kepala MTsN 3 Malang, Dra. Hj. Warsi, M.Pd., menyampaikan bahwa keberadaan kader SSK memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran generasi muda terhadap persoalan kependudukan. Menurutnya, murid tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga dilatih untuk menyampaikan edukasi kepada teman sebaya. “Melalui SSK, kami ingin membangun kesadaran bahwa mereka memiliki peran besar dalam menyiapkan masa depan bangsa. Kader SSK menjadi penggerak yang memberikan contoh positif, menyampaikan edukasi, dan mengajak teman-temannya menciptakan lingkungan madrasah yang sehat serta berkarakter,” ujar Warsi.
Arini Indah Nihayati mengapresiasi inovasi MTsN 3 Malang dalam mengembangkan program SSK dengan melibatkan langsung peserta didik. Menurutnya, keterlibatan murid menjadi kekuatan utama agar program kependudukan dapat diterima dengan bahasa yang dekat dengan dunia remaja. “SSK merupakan program yang sangat penting karena tidak hanya memberikan pengetahuan tentang kependudukan, tetapi juga membentuk karakter generasi muda yang peduli, bertanggung jawab, dan memiliki kesiapan menghadapi tantangan masa depan. Apa yang dilakukan MTsN 3 Malang melalui kader SSK ini sangat luar biasa karena murid diberikan ruang untuk menjadi pelopor perubahan di lingkungannya,” ungkap Arini.

Arini juga menilai keberadaan Pojok Kependudukan dan peran aktif kader SSK MTsN 3 Malang dapat menjadi inspirasi bagi madrasah maupun sekolah lainnya. Menurutnya, inovasi yang dikembangkan MTsN 3 Malang telah memberikan motivasi bagi banyak sekolah untuk ikut memperkuat edukasi kependudukan di lingkungan masing-masing. “SSK MTsN 3 Malang menjadi contoh bagaimana sebuah program dapat berjalan dengan melibatkan seluruh warga madrasah, terutama murid sebagai penggerak utama. Semoga SSK MTsN 3 Malang terus berkembang, semakin maju, dan mampu menjadi inspirasi hingga tingkat nasional,” harap Arini.
Program SSK MTsN 3 Malang terus dikembangkan sebagai bagian dari komitmen madrasah dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan kepedulian sosial. Melalui peran aktif kader SSK, Pojok Kependudukan menjadi ruang belajar yang menghubungkan pengetahuan dengan aksi nyata generasi muda.




