Malang – Komitmen MTsN 3 Malang dalam mendukung upaya percepatan penurunan stunting kembali diwujudkan melalui keterlibatan aktif Tim dan Kader Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) pada kegiatan Posyandu di Desa Ketindan, Kecamatan Lawang, Senin (20/7). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sasaran kelompok 3B, yakni ibu hamil (bumil), ibu menyusui (busui), dan balita.
Posyandu yang menghadirkan berbagai unsur lintas sektor tersebut melibatkan SPPG Lawang, petugas BKKBN Lawang, tenaga kesehatan ibu dan anak, kader posyandu, serta masyarakat setempat. Kehadiran Tim dan Kader SSK MTsN 3 Malang tidak hanya membantu kelancaran pembagian paket MBG kepada sasaran, tetapi juga memberikan edukasi singkat mengenai pentingnya pencegahan stunting sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Dalam penyampaian materinya, kader SSK mengajak para ibu untuk memperhatikan kecukupan gizi, pola asuh, kebersihan lingkungan, serta pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin. Edukasi tersebut selaras dengan program unggulan SSK MTsN 3 Malang yang selama ini aktif mengampanyekan pencegahan stunting sebagai bagian dari pendidikan kependudukan di lingkungan madrasah.

Koordinator SSK MTsN 3 Malang, Rusmiati menyampaikan bahwa keterlibatan kader dalam kegiatan masyarakat menjadi sarana pembelajaran nyata sekaligus bentuk pengabdian kepada masyarakat. “Program SSK tidak hanya dilaksanakan di lingkungan madrasah, tetapi juga hadir di tengah masyarakat. Melalui kegiatan ini, para kader belajar memahami pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun generasi yang sehat, berkualitas, dan bebas stunting,” ujarnya.
Petugas Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) BKKBN Kecamatan Lawang mengapresiasi komitmen MTsN 3 Malang dalam mengembangkan Program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK). Menurutnya, keterlibatan langsung Tim dan Kader SSK di Posyandu menunjukkan bahwa pendidikan kependudukan tidak hanya diajarkan di ruang kelas, tetapi juga diwujudkan melalui aksi nyata di tengah masyarakat. “Program SSK MTsN 3 Malang berkembang dengan sangat baik. Keterlibatan murid dalam kegiatan seperti ini patut diapresiasi karena mampu memberikan edukasi sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial. Jika komitmen ini terus dijaga dan inovasinya terus dikembangkan, kami optimistis SSK MTsN 3 Malang dapat menjadi contoh pengembangan Sekolah Siaga Kependudukan hingga tingkat nasional,” ujarnya.

Selain mendukung kegiatan posyandu, rombongan SSK MTsN 3 Malang juga berkesempatan melakukan kunjungan edukatif ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lawang. Di SPPG Lawang, rombongan diajak melihat secara langsung proses penyediaan makanan bergizi, mulai penerimaan bahan baku, pengolahan, pengemasan, hingga distribusi kepada penerima manfaat. Petugas menjelaskan bahwa seluruh tahapan dilakukan sesuai standar keamanan pangan dan kualitas gizi sehingga makanan yang diterima masyarakat tetap aman dan bernilai gizi tinggi.
Melalui keterlibatan dalam Posyandu Desa Ketindan dan kunjungan ke SPPG Lawang tersebut menjadi bukti bahwa pendidikan kependudukan tidak berhenti di ruang kelas. Melalui keterlibatan langsung di tengah masyarakat, kader SSK MTsN 3 Malang belajar menjadi agen perubahan yang mampu menyebarkan edukasi, memperkuat gerakan pencegahan stunting, sekaligus mendukung terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045.





