MALANG – Inovasi Program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) yang dikembangkan MTsN 3 Malang kembali mendapat apresiasi. Kali ini, SMP Negeri 1 Sumberpucung melakukan studi tiru untuk mempelajari pengelolaan SSK yang dinilai berhasil mengintegrasikan edukasi kependudukan dengan pembentukan karakter peserta didik, Selasa (21/7/2026).
Kegiatan diawali di aula Mahad Putri MTsN 3 Malang. Rombongan yang terdiri atas Koordinator SSK, guru pendamping, dan kader SSK SMP Negeri 1 Sumberpucung disambut langsung oleh Kepala MTsN 3 Malang, Hj. Warsi beserta tim SSK.

Dalam sambutannya, Warsi menegaskan bahwa Program SSK menjadi salah satu upaya madrasah membangun generasi yang sehat, berkarakter, dan memiliki wawasan kependudukan. “Program SSK kami jalankan dengan melibatkan seluruh warga madrasah, terutama peserta didik sebagai kader. Mereka bukan hanya menerima materi, tetapi juga menjadi agen perubahan yang mengedukasi teman sebayanya. Kami berharap praktik baik ini dapat menginspirasi sekolah lain untuk bersama-sama membangun generasi yang berkualitas,” ujar Warsi.
Suasana penyambutan semakin semarak ketika kader SSK MTsN 3 Malang menampilkan Jingle SSK MTsN 3 Malang. Penampilan tersebut menggambarkan semangat para kader dalam mengampanyekan isu-isu kependudukan melalui cara yang kreatif, menarik, dan dekat dengan kalangan remaja.
Sebagai bentuk penguatan kolaborasi, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara MTsN 3 Malang dan SMP Negeri 1 Sumberpucung terkait pengembangan Program Sekolah Siaga Kependudukan. Kerja sama ini diharapkan menjadi wadah berbagi pengalaman, inovasi, dan praktik baik dalam pelaksanaan SSK.

Rangkaian acara kemudian berlanjut dengan Matsaneti Tour, yakni tur edukasi yang dipandu langsung oleh kader SSK MTsN 3 Malang. Melalui kegiatan ini, rombongan diajak mengunjungi Pojok Kependudukan sekaligus melihat berbagai inovasi yang telah dikembangkan.
Di setiap sudut Pojok Kependudukan, kader menjelaskan fungsi media edukasi, koleksi literasi, papan informasi, hingga program-program yang mereka jalankan, seperti edukasi pencegahan perundungan, pencegahan pernikahan usia anak, stunting, kesehatan reproduksi remaja, kesehatan mental, kampanye hidup sehat, dan gerakan anti narkoba. Penyampaian yang komunikatif menunjukkan kemampuan kader sebagai edukator sebaya yang aktif dan percaya diri.
Koordinator SSK SMP Negeri 1 Sumberpucung, Lutfi Efendi mengaku terkesan dengan keterlibatan peserta didik dalam menggerakkan seluruh program. “Yang menjadi kekuatan MTsN 3 Malang adalah peran kadernya. Mereka mampu menjadi pemandu, edukator, sekaligus penggerak berbagai kegiatan dengan sangat baik. Ditambah adanya inovasi seperti Matsaneti Tour dan Pojok Kependudukan yang dikelola secara aktif, saya menilai Program SSK MTsN 3 Malang layak menjadi percontohan di tingkat nasional. Program ini bukan hanya berjalan, tetapi benar-benar memberikan dampak bagi warga madrasah,” kata Lutfi.

Melalui studi tiru ini, SMP Negeri 1 Sumberpucung berharap dapat mengadaptasi berbagai inovasi yang diterapkan MTsN 3 Malang, khususnya dalam memperkuat peran kader sebagai ujung tombak edukasi kependudukan. Diharapkan, kolaborasi kedua sekolah dapat mendorong lahirnya lebih banyak praktik baik dalam pengembangan Program Sekolah Siaga Kependudukan di Indonesia.(ssk)





