Lawang (MTsN 3 Malang) — MTsN 3 Malang menggelar kegiatan pendampingan dan sosialisasi Guru dan Tenaga Kependidikan (Tendik) Berprestasi yang menghadirkan Mochamad Zaenuri, Penerima Anugerah Guru Berprestasi Nasional Tahun 2016 sekaligus pendamping dan pembimbing GTK Madrasah Berprestasi, Inovatif, Inspiratif, dan Dedikatif Provinsi Jawa Timur. Kegiatan yang dilaksanakan di aula ma’had putri, Senin (26/01) tersebut menjadi bagian dari upaya madrasah dalam menumbuhkan budaya berprestasi serta mempersiapkan guru dan tendik agar mampu bersaing secara sehat dan profesional di berbagai ajang apresiasi tingkat daerah hingga nasional.
Kepala MTsN 3 Malang, Hj. Warsi, menyampaikan bahwa kegiatan pendampingan ini menjadi bagian penting dari strategi madrasah dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan berdaya saing. “Kami ingin guru dan tendik MTsN 3 Malang memiliki kesiapan, kepercayaan diri, serta pemahaman yang utuh ketika mengikuti ajang guru dan tendik berprestasi. Pendampingan ini menjadi ruang belajar bersama agar setiap potensi dapat ditampilkan secara maksimal dan terukur,” ungkapnya.

Hj. Warsi juga menegaskan bahwa madrasah berkomitmen untuk terus mendorong lahirnya pendidik dan tenaga kependidikan yang inovatif, inspiratif, serta berdedikasi. Melalui pendampingan yang berkelanjutan, ia berharap MTsN 3 Malang tidak hanya berpartisipasi, tetapi mampu memberikan kontribusi nyata dalam menguatkan mutu pendidikan madrasah di tingkat regional maupun nasional.
Dalam paparannya, Mochamad Zaenuri menekankan bahwa kunci utama mengikuti seleksi guru dan tendik berprestasi terletak pada pemahaman yang mendalam terhadap petunjuk teknis (juknis). Menurutnya, banyak peserta yang sebenarnya memiliki potensi dan kinerja baik, namun gugur karena kurang cermat membaca dan menyesuaikan dokumen dengan ketentuan yang ditetapkan. Oleh karena itu, setiap peserta harus memastikan seluruh unsur yang dipersyaratkan dalam juknis terpenuhi secara lengkap dan sistematis.

Zaenuri juga menjelaskan pentingnya penyusunan biodata yang rapi, ringkas, dan mudah dibaca, karena menjadi kesan awal bagi tim penilai. Selain itu, pemahaman terhadap kriteria penilaian menjadi hal yang tidak boleh diabaikan, agar setiap dokumen, karya, dan inovasi yang disajikan benar-benar relevan dan sesuai dengan indikator yang dinilai. Ia mengingatkan bahwa penilaian tidak hanya menitikberatkan pada capaian administratif, tetapi juga pada konsistensi, kebermanfaatan, dan dampak nyata dari karya yang dihasilkan.
Lebih lanjut, Zaenuri menyoroti pentingnya penyusunan feature atau narasi karya yang lengkap, menarik, dan informatif. Judul serta desain sampul yang kuat dinilai mampu memberikan daya tarik tersendiri, sekaligus memperjelas pesan dan nilai inovasi yang ingin disampaikan. Ia juga menganjurkan peserta untuk aktif membuka dan mempelajari tautan yang tercantum dalam juknis, sebagai referensi penting untuk mengetahui format, contoh, serta kelengkapan dokumen yang perlu dikirimkan.

Melalui kegiatan pendampingan ini, diharapkan guru dan tenaga kependidikan MTsN 3 Malang semakin percaya diri, terarah, dan siap mengikuti seleksi guru dan tendik berprestasi. Tidak hanya untuk meraih penghargaan, kegiatan ini juga menjadi ruang pembelajaran bersama dalam meningkatkan kualitas profesionalisme, inovasi, dan dedikasi sebagai pendidik dan tenaga kependidikan di lingkungan madrasah.






