Lawang (MTsN 3 Malang) – Kegiatan yang dilaksanakan di Aula MTsN 1 Malang ini merupakan rangkaian dari Rapat Kerja Kementerian Agama Kabupaten Malang dan dihadiri oleh pimpinan Kementerian Agama Kabupaten Malang. Pelaksanaan Perjanjian Kinerja (Perkin) Kepala Madrasah Tahun 2026 menjadi momentum penguatan komitmen bersama dalam meningkatkan kinerja serta kualitas layanan pendidikan di MTsN 3 Malang, sekaligus memperkuat kesiapan madrasah dalam beradaptasi terhadap dinamika kebijakan dan tuntutan layanan pendidikan yang terus berkembang.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Malang, H. Sahid, dalam sambutannya menekankan pentingnya konsistensi dan komitmen seluruh unsur satuan kerja dalam menjalankan Perjanjian Kinerja yang telah disepakati. Menurutnya, Perkin tidak boleh dipandang sebagai tanggung jawab personal semata, melainkan sebagai komitmen organisasi yang harus diimplementasikan secara kolektif. “Perlu adanya komitmen di satuan kerja dan konsistensi dalam menjalankan Perkin yang telah disepakati. Kita harus mengupayakan agar pelaksanaan Perkin ini melampaui ekspektasi. Perkin bukan hanya tanggung jawab perorangan, melainkan organisasi secara keseluruhan,” ujar H. Sahid. Ia juga menegaskan bahwa capaian kinerja harus menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun, atau setidaknya mampu mempertahankan capaian sebelumnya dengan tetap menjaga kekompakan dan kebersamaan di lingkungan kerja.

Sementara itu, Kepala MTsN 3 Malang, Hj. Warsi, menyampaikan bahwa Perjanjian Kinerja menjadi pijakan penting dalam menggerakkan seluruh program madrasah agar selaras dengan visi, misi, serta kebijakan Kementerian Agama. Menurutnya, Perkin tidak hanya berfungsi sebagai alat ukur capaian kerja, tetapi juga sebagai sarana refleksi dan evaluasi agar madrasah mampu beradaptasi dengan dinamika perubahan kebijakan, kebutuhan peserta didik, serta tantangan zaman. “Perkin ini kami maknai sebagai komitmen moral dan profesional untuk terus berinovasi, menjaga integritas, serta menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas dan berkarakter. Seluruh program madrasah kami arahkan agar terukur, berkelanjutan, adaptif, dan memberi manfaat nyata,” ungkap Hj. Warsi.
Lebih lanjut, Hj. Warsi menambahkan bahwa keberhasilan pelaksanaan Perkin membutuhkan sinergi seluruh stakeholder madrasah, mulai dari pimpinan, guru, tenaga kependidikan, hingga mitra madrasah. Dengan kebersamaan dan semangat kolaborasi, ia optimistis MTsN 3 Malang mampu menjaga bahkan meningkatkan capaian kinerja, sekaligus memperkuat posisi madrasah sebagai lembaga pendidikan yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing.






