Lawang (MTsN 3 Malang). Meskipun dalam situasi pandemi MTsN 3 Malang tetap memperingati Dirgahayu Indonesia, dengan menyelenggarakan upacara bendera secara virtual seluruh pendidik dan tenaga kependidikan maupun peserta didik secara khidmah mengikuti upacara melalui layar perangkat gadget dari tempat dan rumah masing-masing. Selain menggunakan aplikasi virtual meeting pelaksanaan upacara juga ditayangkan melalui streaming youtube, hal tersebut dikarenakan agar pelaksanaan upacara dapat diikuti oleh umum dan sebagai publikasi kegiatan madrasah.
Kepala MTsN 3 Malang menjelaskan bahwa pelaksanaan upacara HUT kemerdekaan Republik Indonesia ke 75 berbeda dengan pelaksanaan upacara sebelumnya, selain karena dilaksanakan secara virtual namun juga terdapat pesan yang terkandung makna dalam pelaksanaannya. Pesan tersebut antara lain yaitu penggunaan pakaian adat oleh seluruh peserta upacara, hal tersebut bermakna bahwa kebhineka tunggal ika menyatukan kita dari kita yang memiliki keberagaman suku, bahasa, maupun kedaerahan, ungkap Warsi.

Selain itu kepala madrasah juga menjelaskan tentang tantangan yang akan dihadapi oleh generasi penerus khususnya siswa MTsN 3 Malang, bahwa perjuangan kedepan tidak seperti yang telah di lakukan oleh para pejuang yang memperjuangkan kemerdekaan melalui fisik, material, bahkan nyawa, namun perjuangan yang harus kalian lawan yaitu memerangi kebodohan yang kalian hadapi. Karena untuk beberapa tahun kedepan tampuk pimpinan akan berada pada diri kalian, maka dari itu kalian tata keperibadian yang tangguh dengan kekuatan iman, islam, dan ilmu, sehingga Indonesia semakin maju dan cemerlang, ungkap kepala MTsN 3 Malang dan menutup sambutan dengan pekik kemerdekaan. (abft)






