Lawang (MTsN 3 Malang). Bertempat di ruang Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), Kepala MTsN 3 Malang melakukan pertemuan virtual bersama dengan seluruh wali murid kelas tujuh dan delapan. Kegiatan yang pada dasarnya bertujuan sebagai pelaporan evaluasi akademik peserta didik kepada wali murid, juga di barengi dengan langkah-langkah yang dilakukan MTsN 3 Malang Menuju era New Normal.
Dalam kesempatan tersebut Kamad Warsi didampingi oleh Waka Sarana dan Prasarana, Syaiful Hadi dan Erick Kemal selaku pembawa acara. Kegiatan menggunakan platfrom Zoom dan dimulai pada pukul 10.00 – 12.00 WIB dibagi menjadi dua sesi, yaitu 10.00-11.00 bagi wali murid kelas 7 dan 11.00-12.00 bagi wali murid kelas 8, dengan total partisipan berjumlah 580 wali murid.
Pada sambutan awal Kepala MTsN 3 Malang mengucapkan terima kasih telah meluangkan waktu untuk hadir secara virtual pada kegiatan pelaporan akademik MTsN 3 Malang dan juga karena masih dalam suasana bulan syawal Warsi juga meminta permohonan maaf lahir dan batin atas segala kesalahan yang telah disengaja atau tidak. Selanjutnya Kepala MTsN 3 Malang menjelaskan tentang rencana kegiatan belajar mengajar (KBM) dalam menghadapi situasi yang normal dalam keadaan yang baru pada tahun pelajaran 2020-2021 yang akan dilaksanakan pada tanggal 13 Juli 2020, dengan beberapa skenario.
Pertama yaitu jika wilayah Malang telah ditetapkan zona hijau oleh Gugus Tugas Penangulangan Covid 19, maka KBM bisa di lakukan secara tatap muka namun tetap dalam protokol yang ketat Covid 19. Mulai dari rumah sampai kembali kerumah, dengan mencuci tangan, menggunakan masker, diantar dan jemput oleh keluarga, kemudian sampai di madrasah akan mendapatkan pengukuran suhu dari guru piket dan dipersilahkan untuk cuci tangan pada wastafel yang tersedia sebelum memasuki ruang kelas. Warsi menambahkan bahwa dalam ruang kelas jumlah peserta didik dibatasi hanya 16 peserta didik dan posisi tempat duduk berjarak minimal satu meter dan KBM hanya berlangsung selama empat jam tanpa ada istirahat, namun ada break hanya untuk makan dan minum, oleh karena itu mohon putra-putrinya dibawakan bekal makan dan minum.

Dilanjutkan oleh Kepala MTsN 3 Malang bahwa skenario pertama tersebut dilaksanakan secara bergantian, apabila pada minggu pertama kelas 7 KBM tatap muka di madrasah maka KBM kelas 8 dan 9 dilaksanakan melalui e-learning madrasah dan begitupun pada minggu-minggu selanjutnya. Karena KBM tatap muka hanya berlangsung selama empat jam yaitu mulai jam 07.00-11.00 maka untuk sementara pembiasaan baik dalam bidang keagamaan yaitu sholat dhuha, tadarus al-Qur’an, sholat berjamaah dhuhur dan ashar dilaksanakan dengan didampingi oleh orang tua yaitu dirumah masing-masing. Skenario yang kedua di ungkapkan oleh Warsi yaitu, apabila wilayah Malang masih belum Zona Hijau maka seluruh KBM tingkat kelas dilaksanakan secara virtual atau dengan menggunakan e-learning, hal tersebut wajib dilakukan dan tidak boleh di tawar, karena resikonya lebih besar, ungkap Kamad.
Dalam penutupnya kepala MTsN 3 Malang menjelaskan bahwa kedua skenario tersebut sudah kita pertimbangkan dengan pihak terkait, juga telah kita persiapkan sarana, prasarana bahkan kurikulumnya. Sebelumnya kami telah berupaya untuk mensterilkan secara berjangka dengan penyemprotan cairan disinfektan seluruh sudut madrasah dan ruang kelas, penyediaan wastafel hampir disetiap depan kelas, dan bahkan kami juga telah menyiapkan kurikulum darurat, yaitu kurikulum yang berlaku selama terjadinya pandemi Covid 19, tandas Warsi dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan kegiatan ditutup dengan do’a. (abft)






