Lawang (MTsN 3 Malang). Sejak pandemi Covid-19 melanda dunia, pertemuan-pertemuan fisik berpindah ke ruang virtual. Begitupun juga aktivitas pembelajaran ataupun pelayanan lainnya pada MTsN 3 Malang semua dilaksanakan dengan memanfaatkan teknologi internet, oleh karena itu pada Jum’at (05/06) bertepatan dengan agenda pengumuman kelulusan, MTsN 3 Malang melaksanakan wisuda secara virtual. Bertempat di gedung aula serba guna MTsN 3 Malang dengan menerapkan secara ketat protokol kesehatan Covid 19 dan dihadiri oleh kepala madrasah beserta wakil kepala madrasah serta bapak ibu pembimbing akademik, kegiatan wisuda pertama kali secara virtual dilaksanakan.
Menggunakan aplikasi virtual meeting and conference, tepat pada pukul 08.00 WIB kegiatan wisuda virtual dilaksanakan dengan total partisipan yang mengikuti yaitu 390 akun terdaftar. Antara lain partisipan pada wisuda virtual yaitu Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Malang, Pengawas Pendidikan pada SR 54, Ketua komite madrasah, pendidik dan tenaga kependidikan, serta para wisudawan MTsN 3 Malang yang bergabung dari rumah maupun tempat masing-masing.

Kepala madrasah menyampaikan wisuda tahun pelajaran 2019-2020 diselenggarakan berbeda dengan wisuda yang telah digelar MTsN 3 Malang selama ini. “Tanpa mengurangi keabsahan dan kekhidmatan wisuda, tata upacara perhelatan wisuda MTsN 3 Malang harus dilaksanakan dengan telekonferensi atau via aplikasi Zoom dengan tetap memperhatikan Protokol kesehatan,” kata Warsi. Ditambahkan oleh Warsi, bahwa jumlah wisuda yaitu 302 peserta didik, terdapat beberapa wisudawan yang mendapat predikat siswa dengan nilai UAMBN tertinggi, siswa berprestasi bidang akademik, siswa terinspiratif, siswa berprestasi bidang non-akademik, siswa terbaik belajar dari rumah pada masa pandemi Covid 19, dan siswa penghafal al-Qur’an terbanyak.
Pengawas pendidikan SR 54 menyampaikan kepada para wisudawan meskipun tidak ada ujian nasional jangan beranggapan bahwa kalian dimudahkan dengan situasi, angkatan tahun ini adalah tahun emas karena dipaksa untuk adaptif terhadap berbagai perubahan yang ada, selain itu Moh. Zainuri juga berpesan kepada para wisudawan untuk tetap melanjutkan pendidikan pada tingkat yang lebih tinggi. Senada dengan pengawas pendidikan, Ketua komite yang juga sebagai wakil wali murid yang di wisuda juga berpesan kepada para wisudawan bahwa kalian telah menyelesaikan pembelajaran di MTsN 3 Malang, dan tentu tidak akan berhenti dalam belajar karena dalam sebuah hadis dijelaskan bahwa tuntutlah ilmu sejak dari buaian sampai liang lahat, tutur M. Hamdah.
Melalui jaringan telekonfren, Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Malang mengawali sambutan dengan memberikan motivasi kepada para wisudawan untuk tidak berkecil hati dengan suasana wisuda saat ini, karena suatu saat pasti akan selalu teringat bahwa kalian telah mengikuti wisuda yang mungkin tidak akan pernah lagi dilaksanakan setelah ini. H. Musta’in juga menyampaikan bahwa musibah pandemi membawa dampak yang luar biasa, baik itu kesehatan, ekonomi, sosial maupun kegiatan spiritual. Namun, ternyata ada hikmahnya, terutama dalam bidang pendidikan, yaitu selama anak-anak belajar dari rumah dan KBM harus tetap berjalan. Melalui kondisi seperti itu kita dipaksa pada sebuah perubahan yang sangat berbeda dengan sebelumnya, dan ternyata kita pun bisa, melalui sitem e-learning, daring maupun luring. Situasi seperti ini menurut para pakar pasti akan kita temukan dalam beberapa tahun kedepan, namun dengan adanya pandemi ini kita dipaksa untuk melaksanakan sistem itu sekarang.
Pada akhir sambutan H. Musta’in menyampaikan bahwa sebagai orang tua yang juga memiliki putra, tragedi pandemi covid 19 yang memaksa anak-anak belajar dari rumah, saya merasakan betapa berat tanggung jawab tugas sebagai pendidik, oleh karena itu saya minta tolong untuk didoakan pula bapak dan ibu guru untuk tetap eksis dan selalu sehat, yang meskipun saat ini putra dan putri bapak dan ibu semua sudah tidak menempuh proses pendidikan di MTsN 3 Malang, tandas Kakan Kemenag Kab. Malang. (abft)






