Lawang (MTsN 3 Malang). Kegiatan berlangsung di halaman madrasah, Jum’at (22/21) dan disiarkan secara live streaming di youtube. Sebelum dimulai pendidik dan tenaga kependidikan serta perwakilan siswa dari anggota Osis dan DKG Pramuka melaksanakan sholat dhuha berjamaah, dan dilanjutkan tilawaatul qur’an.
Rangkaian kegiatan maulid nabi diawali dengan pembacaan maulid diba’ oleh anggota ekstra al-Banjari yang diikuti oleh seluruh pendidik dan tenaga kependidikan, perwakilan peserta didik, serta seluruh peserta didik secara streaming dari rumah masing-masing. Setelah pembacaan maulid diba’, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari kepala MTsN 3 Malang dan mauidhoh hasanah yang di sampaikan oleh ustadz Syaiful Hadi.
Kepala MTsN 3 Malang mengawali sambutan dengan menjelaskan mengenai keteladanan akhlak yang dimiliki oleh Nabi Muhammad SAW. “Sebaik-baik idola adalah Nabi Muhammad SAW, karena beliau adalah suri tauladan yang sebenar-benarnya tauladan, mudah- mudahan kita bisa meneladani akhlak dari beliau di setiap kehidupan”. Selain suri tauladan, Hj. Warsi juga mengungkapkan kebahagian atas lahirnya serta kecintaan terhadap Rasulullah SAW. “dalam pembentukan karakter peserta didik, salah satu agenda rutin MTsN 3 Malang yaitu pembacaan sholawat Nabi, setiap seminggu sekali, sebagai wujud rasa cinta dan rindu kita kepada Rasulullah SAW”.

Selanjutnya Kepala MTsN 3 Malang menjelaskan bahwa selain peringatan maulid Nabi, pagi hari ini kita juga memperingati Hari Santri Nasional. “Hari Santri Nasional yang diperingati setiap 22 Oktober berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015, tema HSN tahun ini adalah Santri Siaga Jiwa dan Raga, dengan kesehatan raga kita dan membiasakan dengan gaya hidup yang seperti dicontohkan oleh Rasulullah SAW. maka insyaAllah raga kita akan membentuk raga yang sehat, apalagi jika dihubungkan dengan ketika raga sehat dan selalu mengingat Allah Swt maka akan membentuk kekuatan maupun generasi luar biasa yang akan membangun Indonesia” ungkap Hj. Warsi.
Senada dengan kepala madrasah, Ustadz Syaiful Hadi juga mengawali mauidhoh hasanah dengan pembahasan sikap cinta terhadap Rasulullah. “Kalau umatnya tidak cinta kepada Rasulullah SAW. sangat kebablasan, karena ketika menjelang wafat, Rasulullah memikirkan umatnya, dengan meminta mengalihkan rasa sakit umatnya kepada beliau”. Selanjutnya Ustadz Syaiful Hadi menjelaskan mengenai ayat dalam Al-Qur’an yang menyinggung balasan bagi orang yang cinta kepada Rasulullah, yaitu pada QS An-Nisa: 69 “Kalau taat sama Allah juga harus taat kepada Rasulullah, karena jaminan bagi seseorang yang taat kepada Allah dan Rasulullah adalah ditempatkan di surga bersama para Nabi, Shiddiiqiin, Syuhada’, dan orang-orang soleh”, jelas Ustadz Syaiful Hadi. (abft)






