Lawang (MTsN 3 Malang) – Kamis (30/10), dalam rangkaian peringatan Milad ke-32 MTsN 3 Malang, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Malang, H. Sahid, secara resmi meresmikan Program Kelas Catur MTsN 3 Malang. Peresmian ini menjadi salah satu momentum penting bagi madrasah dalam memperluas layanan pendidikan yang tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga pengembangan minat dan bakat murid di bidang olahraga berpikir.
Dalam sambutannya, H. Sahid menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap inovasi MTsN 3 Malang. “Kelas catur ini merupakan lompatan besar dalam melayani murid-murid yang memiliki minat dan potensi di bidang catur. Saya sangat mengapresiasi terobosan ini. Dari informasi yang saya terima, mungkin inilah satuan pendidikan formal pertama di Indonesia yang memiliki kelas catur secara khusus. Dan yang lebih luar biasa, MTsN 3 Malang tidak hanya menyiapkan programnya, tetapi juga sarana dan prasarananya dengan sangat baik. Kelas ini sudah dilengkapi dengan papan tulis pintar yang dapat dijadikan sumber balajar digital interaktif yang sesuai dengan pembelajaran abad ke-21,” ungkapnya.
Kakankemenag Kab. Malang juga menambahkan harapannya agar program ini dapat melahirkan atlet-atlet catur berprestasi. “Saya berharap dari madrasah ini akan lahir grand master catur yang mampu membawa nama baik Kabupaten Malang ke tingkat nasional bahkan internasional. Untuk itu, saya berpesan kepada PERCASI Kabupaten Malang agar terus berkolaborasi dengan MTsN 3 Malang dalam melakukan pembinaan dan pendampingan. Bila perlu, atlet-atlet muda potensial bisa direkomendasikan untuk melanjutkan pendidikan di MTsN 3 Malang,” pungkasnya.

Usai memberikan sambutan, H. Sahid juga menyempatkan diri menjajal permainan catur melawan Hj. Yuli Nur Rohmawati, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Kabupaten Malang, dalam suasana penuh keakraban. Momen ini disaksikan langsung oleh Miftahul Khoir, selaku Pengawas Bina KKMTs 03 Kabupaten Malang, Ketua Komite MTsN 3 Malang, Percasi Kab. Malang serta para tamu undangan yang turut hadir.
Dalam keterangannya, Hj. Yuli Nur Rohmawati menilai bahwa inovasi MTsN 3 Malang ini merupakan bentuk nyata pembelajaran berdiferensiasi yang sesungguhnya. “Kelas catur ini bukan sekadar inovasi, tetapi juga bentuk nyata dari pendidikan yang memberikan pelayanan kepada murid sesuai bakat dan potensinya. Catur mengajarkan banyak hal, strategi, kesabaran, dan ketepatan berpikir, yang semuanya sangat relevan dengan pembentukan karakter anak bangsa. Kami berharap program ini bisa menjadi inspirasi bagi madrasah-madrasah lain di Kabupaten Malang,” ujarnya dengan bangga.

Sementara itu, Kepala MTsN 3 Malang, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembentukan kelas catur adalah bagian dari visi besar madrasah dalam mengembangkan pendidikan holistik berbasis cinta (Kurikulum Berbasis Cinta). “Kelas catur ini bukan sekadar ruang belajar, tetapi simbol dari bagaimana kami mengintegrasikan nilai-nilai cinta dalam pembelajaran, cinta ilmu dan cinta diri. Melalui permainan catur, murid belajar berpikir sistematis, sabar dalam menghadapi tantangan, dan menghargai setiap langkah kecil menuju kemenangan. Ini sejalan dengan semangat Kurikulum Berbasis Cinta yang kami terapkan di MTsN 3 Malang,” jelasnya.
Lebih lanjut, Hj. Warsi menambahkan bahwa kelas ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan soft skills murid dalam pengambilan keputusan dan pengendalian emosi. “Catur mengajarkan murid untuk berpikir sebelum bertindak. Setiap langkah harus penuh pertimbangan, sama halnya dengan kehidupan. Kami ingin murid-murid MTsN 3 Malang menjadi generasi yang cerdas secara intelektual dan matang secara emosional. Insyaallah, dengan sinergi bersama PERCASI Kabupaten Malang, kami siap melahirkan generasi berprestasi yang mengharumkan nama madrasah dan bangsa,” tutup Kepala MTsN 3 Malang dengan penuh optimisme.






