Lawang (MTsN 3 Malang), 18 April 2024. Setelah libur Idul Fitri 1445 H, suasana MTsN 3 Malang kembali tampak semarak dan sibuk dengan kehadiran warga madrasah, terdiri atas peserta didik, para pendidik, dan tenaga kependidikan. Kegiatan kali ini dibuka dengan apel pagi yang khikmad. Rangkaian apel pagi dilaksanakan sebagaimana upacara rutin bertempat di minidome madrasah. Penghormatan bendera menjadi bagian penting sebelum penyampaian pesan-pesan kepala madrasah sebagai pembina apel.
Pada kesempatan ini, kepala madrasah, Dra. Hj. Warsi, M.Pd. menyampaikan pesan-pesan penting yang menjadi inti dari semangat Idul Fitri kita tahun ini. Tak kurang beliau menyampaikan bahwa kesehatan dan semangat baru termasuk aspek utama dalam kehidupan individu maupun kolektif. Kesehatan, baik itu jasmani maupun rohani, merupakan karunia terbesar yang harus dijaga dan disyukuri. Sebagai bagian dari kesyukuran itu adalah saling memaafkan, antara lain dalam momen kebersamaan agar kita mampu kembali menunjukkan kinerja dengan semangat terbarukan didasari hati yang suci dan bersih.

Selanjutnya nuansa saling memberi maaf akan mengantarkan kita pada semangat silaturahmi antar warga madrasah. Dengan demikian terjalin hubungan yang harmonis sehingga mampu menjadi dasar-dasar pembangunan moralitas kolektif. Dengan hati bersih diharapkan dapat terbangun persatuan, kesatuan, dan persaudaraan yang erat satu sama lain. Secara khusus, sebagai pelajar, tentunya setelah saling memaafkan, akan memacu produktivitas, prestasi akademik, non akademik, serta keluhuran akhlak.
Masih dalam upaya menjaga kesehatan jasmani dan rohani, kepala madrasah pun mengajak seluruh stakeholder bersama-sama membersihkan dan menata ruang kelas serta sekitarnya. Hal ini bukan hanya sekedar tugas, tetapi juga komitmen kita untuk mendukung program Madrasah Sehat Paripurna. Budaya membuang sampah dengan benar adalah salah satu bentuk kepedulian kita terhadap lingkungan. Komitmen bersama-sama menjaga kebersihan ruang belajar kita dan menjadikan madrasah ini sebagai rumah ke dua yang nyaman dan sehat untuk belajar dan berkembang.
Sebagai bagian kegiatan hari pertama ini, para siswa pun diajak untuk saling memberi inspirasi dalam bentuk verbal. Tiap peserta didik digerakkan untuk menuliskan puisi dan quotes dengan tema kesehatan. Puisi dan quotes adalah karya otentik, bagaimana pun hasilnya. Karya otentik berhak untuk diapresiasi selain menjadi sarana yang inspiratif. Saling menginspirasi warga madrasah untuk senantiasa membersihkan, menyehatkan diri, hati, dan lingkungan . Karena sejatinya “Kesehatan bukanlah tujuan hidup, tetapi tanpa kesehatan, hidup menjadi tidak bermakna.” (rhm)






