Lawang (MTsN 3 Malang). Melalui platform zoom dan streaming youtube ribuan partisipan bergabung dalam interaktif webinar parenting yang diselenggarakan oleh Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Malang (Matsaneti) pada hari Rabu, (01/07), dengan tagline “Cerdas Bermedia Sosial” Matsaneti menyiapkan generasi “sehat” dalam memanfaatkan teknologi pada era digital.
Seminar yang dilaksanakan pukul 09.00 sampai dengan pukul 11.00 WIB ini menghadirkan secara virtual beberapa narasumber yaitu Ning Evi Ghozali, yang merupakan anggota Dewan Penjamin Mutu Pendidikan, serta Himyatul Amanah, BK MTsN 3 Malang yang sangat kompeten di bidangnya.
Kepala MTsN 3 Malang, menyampaikan, “Alasan mendasar yang menjadi latar belakang pelaksanaan kegiatan seminar adalah sebagai upaya mendukung kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan terutama perihal pembentukan karakter dan keprihatinan lembaga menyangkut penggunaan media sosial di kalangan generasi penerus bangsa“. “Tujuan akhir yang akan dicapai adalah semua siswa siswi dan wali murid paham mengenai media digital atau media baru dengan segala persoalan yang ada di dalamnya.” Lebih lanjut, Ibu Kepala yang lebih akrab disapa Bunda tersebut mengapresiasi tim BK Matsaneti yang telah menginisiasi penyelenggaraan webinar pertamanya di saat yang tepat dengan tema sangat dibutuhkan. Hal ini dikarenakan Warsi menyadari betul bahwa sosialisasi cerdas bermedia sosial harus dilaksanakan terus menerus karena tuntutan penggunaan gadget dengan segala fiturnya adalah sesuatu yg tidak bisa dihindari, terutama di era pandemi Covid-19 yang mengharuskan penggunaan gadget untuk keberlangsungan kegiatan pembelajaran. Sementara orang tua belum tentu bisa terus menerus mendampingi dan mengawasi. “Ayo bersosial media dengan cerdas, santun, dan bermartabat,” demikian Warsi mengingatkan.

Webinar dimulai oleh narasumber Himyatul Amanah yang mengajak segenap partisipan untuk cerdas memilih dan memilah sisi positif dan negatif gadget di tengah tuntutan penggunaan dan kebutuhannya. Di tengah materi, Guru BK Matsaneti yang akrab disapa Bu Ana ini mengajak segenap partisipan untuk melakukan relaksasi, menggerakkan dua jari guna merelaksasi titik inti dengan membisikkan tekad bijak bermedsos. Ana berharap, “Mudah-mudahan bisa lahir sebuah komunitas masyarakat yang memiliki kemampuan untuk mengakses, memilih, memilah, mengkritisi, dan memanfaatkan media sesuai kebutuhan.
Webinar yang diikuti oleh lebih dari seribu partisipan ini berjalan cukup antusias. Meskipun terlaksana secara virtual namun moderator Sumiati Lafiatun dan narasumber mampu menghidupkan situasi interaktif, mengundang respon partisipan dalam tanya jawab.

Sangat diperlukannya sebuah perilaku kehati-hatian dalam bermedia sosial menjadi ungkapan pembuka narasumber Ning Evi. Karena unggahan di media sosial akan terus terekam sampai 20 tahun ke depan. Acara berlangsung seru dan menarik karena Ning Evi mengajak partisipan untuk berinteraksi aktif dalam komunikasi dua arah. Ning Evi menekankan bahwa sangat diperlukan perilaku kritis dan cerdas dalam bermedia sosial. Hal kongkrit yang dapat dilakukan adalah bersikap cerdas memilih teman, cerdas memilih bacaan, cerdas beretika, dan cerdas membatasi privasi dalam bermedia sosial. Dan terakhir Ning Evi mengajak partisipan untuk tekadkan hati untuk cerdas bermedia sosial, menjadikan apa yang kita baca dan posting sebagai bekal di akhirat kelak, dengan membatasi diri dalam penggunaan gadget.






