Lawang (MTsN 3 Malang). Lomba lukis poster kesehatan 2018 yang digelar oleh Dinas Kesehatan dalam memperingati hari kesehatan nasional ke 54 dan hari jadi Kabupaten Malang ke-1258 seakan menjadi tradisi bagi siswa MTsN 3 Malang dalam memperoleh juara, poster di atas kanvas karya Deni Malik Ibrahim yang bertemakan “Ayo senyum sehat bersama Jaminan Kesehatan Nasional” memperoleh juara dua tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) se-Kab. Malang. Deni yang merupakan siswa kelas 9 mengaku mendapatkan keberkahan pada perlombaan tersebut, bahkan seolah masih tidak percaya dengan hasil yang ia peroleh, dia jelaskan bahwa waktu yang di berikan oleh panitia dirasa kurang oleh karena itu karya yang ia hasilkan masih kurang maksimal, terlebih ungkapnya bahwa perlombaan tersebut merupakan pengalaman pertamanya pada perlombaan poster di atas kanvas tingkat kabupaten, namun dia tetap bersyukur bisa membawa nama baik madrasah dan dapat mempertahankan tradisi juara yang pada perlombaan sebelumnya selalu mendapatkan juara pertama.
Nur Aini selaku pembina dan pendamping mejelaskan bahwa pada rangkaian Hari Kesehatan Nasional 2018 MTsN 3 Malang mengirimkan 2 duta kesehatan untuk mewakili Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Lawang yaitu Deni Malik Ibrahim dan Sinta Ais Nabila, kegiatan tersebut merupakan perlombaan yang selalu rutin kami ikuti dan selalu mendapatkan hasil positif, untuk Deni mendapatkan juara 2 dan Sinta berada pada posisi kelima. Hasil yang telah diraih kedua siswa tersebut menjadikan bukti bahwa kaderisasi yang terdapat pada madrasah telah berjalan dengan baik, hal tersebut tidak terlepas dari sistem yang telah diupayakan oleh Kepala Madrasah untuk memberi kesempatan merata kepada siswa-siswi yang memiliki minat dan bakat akan tetapi belum pernah mendapatkan kesempatan dalam mengikuti perlombaan, ungkap Aini yang merupakan guru Seni dan Budaya.

Senada dengan Nur Aini, wakil kepala bidang kesiswaan mengungkapkan bahwa fokus kami saat ini yaitu mencari bakat-bakat yang masih belum terlihat pada siswa-siswi kami, bentuk nyata yang kami lakukan diantaranya adalah bagi siswa-siswi yang telah menjuarai pada tingkat provinsi maupun nasional tidak diperbolehkan bersaing dengan rekan-rekannya yang levelnya masih tingkat pemula. Nur Cholis menambahkan bahwa hasil yang diperoleh Deni dan Sinta merupakan bukti dari formula kaderisasi yang kami lakukan telah efektif, Nur Cholis menceritakan bahwa pada pelaksanaan perlombaan sebenarnya Deni tidak diunggulkan namun kenyataannya dia justru bisa menyingkirkan 70 peserta dari satuan pendidikan tingkat SLTP se-Kab. Malang, semoga dari pengalaman Deni bisa memberikan motivasi kepada siswa-siswi yang lain sembari menutup pembicaraan. (Abft)






