Kab. Malang (MTsN 3 Malang) Berakhirnya masa bhakti pengurus osis tahun pelajaran 2016-2017, maka secara tidak langsung dilakukannya pemilihan kembali pengurus osis baru. Seperti pada umum yang dilakukan oleh sekolah/madrasah ketika pemilihan ketua dan pengurus osis yang mengadakan Pemilihan Umum (Pemilu), MTsN 3 Malang (MTsN Lawang) juga menyelenggarakan pemilu secara demokratis. Namun yang membedakan dari sekolah/madrasah lain adalah proses pemilu pada MTsN 3 Malang telah menggunakan sistem teknologi digital, yaitu dengan menerapkan e-votting.
Pada pemilu osis tahun pelajaran 2017-2018 saat ini di ikuti oleh 5 pasangan, setiap pasang dilengkapi dengan ketua dan wakil. Masing-masing kandidat merupakan peserta didik pilihan dari organisasi siswa intra sekolah, disamping itu mereka juga telah mendapatkan kaderisasi dari para pengurus osis sebelumnya. Salah satu yang menarik dari pasangan calon osis yaitu terletak dari kreatifitas mereka dalam mencari dukungan kepada para pemilih, selain kreatifitas dalam mencari dukungan mereka juga adu program melalui visi dan misi yang telah mereka konsep.

Pelaksanaan e-votting yang dilaksanakan melalui online
Pemilihan ketua osis dengan sistem teknologi digital merupakan suatu hal baru bagi MTsN 3 Malang, beberapa tahun sebelumnya dalam pemilihan ketua dan pengurus osis masih menggunakan kertas. M. Noer Cholis selaku waka kesiswaan mengatakan pelaksanaan e-votting merupakan ide maupun keinginan dari Kepala Madrasah yang menginginkan segala proses dan layanan yang terdapat pada MTsN Lawang mengikuti perkembangan zaman, melalui pemilu dengan sistem e-votting selain kita bisa memperkenalkan pembelajaran demokrasi sejak dini kepada peserta didik, namun kita juga dapat memperkenalkan teknologi pemungutan suara secara digital.
Dihubungi secara terpisah Kepala Madrasah menyatakan sangat mengapresiasi pelaksanaan pemilu pada saat ini, terutama dalam hal pemanfaatan teknologi. Kita tidak akan bisa menghindar dari perkembangan teknologi, terlebih pada generasi milenial yang merupakan generasi yang sangat mahir dalam hal teknologi. Selain itu, Hj. Warsi juga berpesan bahwa siapapun nanti yang akan terpilih, maka harus dapat kita hormati. Karena itu merupakan produk dari demokrasi yang didapatkan secara adil melalui pemilihan dari seluruh peserta didik, semoga pasangan yang terpilih dapat mengemban amanah dan menjalankan program-program madrasah.






