Lawang (MTsN 3 Malang). Dengan mengambil tema Bullying No, Prestasi Yes, kegiatan Roots Day dilaksanakan di mini dome madrasah, Rabu (15/02) dan dihadiri oleh Kakankemenag Kab. Malang serta perwakilan dari Unicef Indonesia.
Kepala MTsN 3 Malang menjelaskan bahwa pelaksanaan Roots Day merupakan bentuk dukungan kepada agen perubahan anti perundungan atau program Roots untuk menyuarakan materi yang telah mereka dapatkan selama 13 pertemuan, mulai tahun 2022 sampai saat ini di tahun 2023, kepada seluruh warga madrasah bahkan seluruh dunia tentang dampak perundungan serta pencegahan perundungan, ungkap Hj. Warsi.
Dilanjutkan oleh Hj. Warsi bahwa sebagai salah satu madrasah yang ditunjuk oleh Direktorat KSKK Kemenag RI untuk menjadi pilot project program Roots Madrasah, MTsN 3 Malang akan secara serius melaksanakan instruksi tersebut, serta memberikan fasilitas dan dukungan penuh, apalagi instruksi tersebut terkait dengan perlindungan dan hak anak, yang sejalan dengan salah satu prioritas program MTsN 3 Malang menjadi Satuan Pendidikan Ramah Anak sehingga menjadi rujukan bagi madrasah yang lain, jelas kepala MTsN 3 Malang.

Sementara itu, Kepala Kantor UNICEF untuk Wilayah Jawa menjelaskan bahwa kekerasan kepada anak harus tidak ada, karena harga untuk rehabilitasi kekerasan maupun bullying kepada anak sangat mahal, yaitu dari 6-80 juta rupiah, bayangkan jika terdapat 1000 kekerasan, yang mungkin nominalnya bisa untuk membangun pendidikan bahkan melanjutkan pendidikan sampai keluar negeri, oleh karena itu hentikan bullying dan kekerasan kepada anak karena itu mahal dan merugikan, jelas Tubagus Arie Rukmantara.
Dilanjutkan oleh Tubagus Arie Rukmantara, mari menghentikan perundungan dan membangun hubungan pertemanan yang baik, kalian memiliki teman 80 juta teman di seluruh Indonesia, karena Indonesia merupakan negara terbesar ke empat di dunia, oleh karena itu mari kita menjadi terkenal di dunia karena budaya pertemanannya yang terbaik di dunia, juga kami berharap MTsN 3 Malang menjadi juara dan terkenal di seluruh dunia karena angka bullying nya nol dan untuk semua anak juara anti bullying, serta tidak ada yang melakukan pernikahan dini, jelas Kepala Kantor UNICEF untuk Wilayah Jawa.
Senada dengan Tubagus Arie Rukmantara, Kakankemenag Kab. Malang berpesan memalui forum ini, kepada seluruh peserta didik untuk dapat melanjutkan kepada pendidikan yang lebih tinggi, jangan ada yang tidak melanjutkan pendidikan, apalagi pernikahan dini, minimal harus menempuh pendidikan sarjana, karena kalian semua kelak akan menggantikan tongkat estafet kepemimpinan, ungkap H. Sahid.
Selain itu, Kakankemenag Kab. Malang mengaku bangga dan terharu, hingga meneteskan air mata, melihat peserta didik, khususnya agen perubahan anti perundungan yang ternyata memiliki empati sangat besar terhadap perundungan, hingga mereka dengan serius melakukan kampanye anti perundungan, kegiatan seperti ini belum pernah saya melihat dan menghadiri selama saya menjadi kepala kantor di lima kab/kota di Jawa Timur, dan pertama kali saya lihat dan dilaksanakan di MTsN 3 Malang, jelas H. Sahid.
Ihsanul Huda selaku ketua panitia serta fasilitator roots madrasah anti perundungan menjelaskan bahwa kegiatan roots day diikuti oleh seluruh pendidik dan tenaga kependidikan serta peserta didik yang dimulai dari sholat dhuha berjamaah yang merupakan kegiatan pembiasaan ubudiyah madrasah, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, penampilan tari, dilanjutkan dengan pemaparan hasil karya agen Roots, yaitu; In House Training (IHT) ROOTS 1-13 pertemuan, kotak perubahan, pohon harapan serta poster-poster, juga penampilan yel-yel, visi-misi, deklarasi agen perubahan, drama musikal, seni bela diri, serta penanda tanganan deklarasi anti perundungan, jelas Ihsanul Huda. (abft)






