Lawang (MTsN 3 Malang). Setelah melewati beberapa tahapan seleksi, mulai dari internal madrasah dan dilanjutkan tingkat Kelompok Kerja Madrasah, kontingen MTsN 3 Malang mengikuti seleksi tingkat Kabupaten. Dilaksanakan di MTsN 1 Malang, Kamis (16/02), tiga duta dari MTsN 3 Malang berhasil meraih medali emas dan berhak untuk mewakili Kementerian Agama Kab. Malang dalam porseni tingkat Jawa Timur.
Ketiga duta tersebut yaitu Aurelia Zahra pada cabang Catur, Mohammad Aydin Nadhif As Syafiq pada Cabang Tahfidz, dan Muhammad Asyraf Widjanarko cabang Bulutangkis. Kepala MTsN 3 Malang mengaku bersyukur atas capaian prestasi yang telah diraih, selamat untuk para pemenang, terus berlatih untuk selalu meningkatkan prestasi, dan semoga sukes untuk tahap berikutnya yaitu tingkat jawa timur, yang insyAllah akan dilaksanakan di Kabupaten Jombang pada tanggal 18 – 21 Juni 2023, sedangkan yang belum juara untuk tidak berputus asa, akan tetapi terus berlatih dengan tekun, agar bisa meraih prestasi yang lebih baik pada even-even lainnya, jelas Hj. Warsi.

Ditambahkan oleh Hj. Warsi bahwa MTsN 3 Malang sangat berupaya memberikan ruang dalam memberikan layanan pendidikan sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuan peserta didik, sebagaimana tertuang pada pasal 12 Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003, salah satu bentuk pelayanan tersebut adalah menumbuhkembangkan budaya berlomba/bertanding dengan semangat secara sehat, fair, dan sportif di kalangan peserta didik madrasah, ungkap kepala MTsN 3 Malang.
Sementara itu, Noer Cholis selaku ketua pelaksana Porseni MTsN 3 Malang menjelaskan bahwa sesuai dengan instruksi kepala madrasah untuk memberikan peluang sebanyak-banyaknya bagi peserta didik yang memiliki minat dan bakat untuk mengikuti seleksi pada tingkat kabupaten, oleh karena itu MTsN 3 Malang mengirimkan total 55 atlet yang tersebar kepada 20 cabang olahraga dan seni, mereka memiliki kesempatan untuk beraktualisasi diri untuk meningkatkan motivasi, serta bagi madarasah kegiatan tersebut sebagai program pembinaan peningkatan prestasi peserta didik sekaligus sebagai sarana apresiasi dan evaluasi terhadap program pengembangan diri pada bidang olah raga dan seni, ujar Noer Cholis. (abft)






