Lawang (MTsN 3 Malang) – 18 Desember 2023, MTsN 3 Malang kembali menorehkan prestasi di ajang National Science Fair for Indonesian Adolecents (NASFIA) bidang Ilmu Sosial dan Humanioran (BISH). Pada kesempatan kali ini, dua peserta didik kelas 8 MTsN 3 Malang, Dzufairo El Kamila (8A) dan Jihan Hafidzah Azaria (8A di bawah bimbingan Zulaicha, berhasil meraih Special Award:Best Innovation In Culture Character.
Karya penelitian yang dipresentasikan oleh Dzufairo dan Jihan berjudul “Potret Implementasi Nilai-Nilai Pancasila melalui School Culture sebagai Solusi Demosi Karakter Pelajar” berhasil bertahan dari tahap penyisihan bersaing dengan 400 lebih judul karya penelitian lain dari tingkat SMP/SMA/Sederajat se-Indonesia. Dan dilanjutkan dengan babak Final secara online yang berlangsung dari tanggal 9-10 Desember, serta berkompetisi dengan 10 tim yang terdiri dari 8 tim SMA/Sederajat dan hanya 2 tim SMP/Sederajat. *Bersaing dengan karya siswa setingkat SMA memberikan pengalaman lebih bagi kami” ujar Dzufairo dan Jihan.

Anak-anak telah berusaha keras, tak menyangka jika mampu menorehkan prestasi Special Award : Best Innovation In Culture Character, meraih peringkat ke-5 dari 10 tim yang berhasil melaju ke babak final, papar Zulaicha.
Ajang NASFIA merupakan ajang kompetisi riset dan inovasi antara pelajar SMP/SMA/Sederajat se-Indonesia. Dengan TEMA NASFIA : “Celebrate Your Ideas”. Yang diselenggarakan oleh Indonesia Scientific Society (ISS) yang memiliki visi utama memajukan dunia Pendidikan dan ilmu pengetahuan di Indonesia dengan 3 ranah kerja melalui program Kolaborasi, Kompetisi dan Development.
Kepala MTsN 3 Malang, Dra. Hj. Warsi, M.Pd. bersyukur atas prestasi yang diraih ini. Sebagai madrasah riset terus berkarya, mengasah dan mengasuh siswa untuk meneliti dan berkompetisi, target utama memberi pengalaman sebaik-baiknya dan sebanyak-banyaknya, kemenengsn itu bonus. ungkap Warsi.
Semoga prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi peserta didik lainnya untuk terus berkarya dan berprestasi. Tak lelah berkompetisi, insyaallah prestasi jadi tradisi” Ungkap Adid, kordinator Riset yang rela 24 jam berjibaku dengan membimbing dan mengordinir kompetisi
Riset Matsaneti
Meneliti menjadi Hobi
Berprestasi menjadi Tradisi






