Jika dilihat dari usia, ia masih sangat belia. Belum saatnya ia meninggalkan bangku SLTP. Namun Ifa panggilan akrab gadis manis ini memiliki prestasi yang luar biasa. Bukan hanya prestasi akademik saja namun prestasi non akademik dapat dikatakan sangat gemilang.
Keinginan dia yang kuat untuk masuk program akselerasi, sudah ia impikan sejak duduk di bangku SD. Seolah sudah paham apa isi program 4(empat) semester tersebut, dia mengungkapkan kebahagiaan dan nikmatnya belajar kerja keras berlari di program percepatan ini.
Visi program Akselerasi MTs Negeri Lawang yakni Sukses Empat Semester, Berprestasi dan Berkarakter, tergambar utuh dari pribadi putri pasangan Arif Ubaidillah dan Asyafiiyah. Betapa tidak, sehari-harinya dia bergulat dengan buku, di sore hari ia aktif di madrasah diniyah. Hal tersebut ternyata tidak mengurangi bakti dia pada orangtua dengan membantu aktivitas rumah dan mendampingi adiknya belajar masih sempat ia lakukan. Bahkan dia wariskan semangat dan nikmatnya masuk akselerasi itu pada adiknya. Adik saya juga ingin masuk akselerasi karena suka lihat saya selalu mendekap buku, ungkapnya dengan senyum bahagia. Meski sang ayah hanya seorang peagawai kecil di sebuah minimarket, dan ibunya seorang guru honorer di sekolah swasta, namun orantuanya selalu berbesar hati mendukung keinginan putrinya. Kamu pasti bisa itu kalimat yang terpatri di hati Ifah sang putri sulung yang diharapkan sukses di masa depannya jauh melebihi kesuksesan orangtuanya.
Di kelas pun saat dia menyelesaikan tugas guru, ia sontak terkaget dan siap membantu kesulitan siapapun, jika ada teman yang mencolek bertanya tentang tugas yang harus diselesaikan. Ini membuktikan ketidakbenaran tentang adanya asumsi bahwa anak akselerasi egois dan hidup individual sama sekali tidak tercermin dalam jiwanya. Tubuhnya yang tinggi, namun terkesan kurus tidak menghalangi dia untuk bersikap santun kepada semua Bapak dan Ibu guru.
Kebahagiaan Ifa bertambah ketika dinyatakan diterima sebagai Siswa MAN 3 Malang melalui jalur prestasi. Genap sudah kebahagiaannya ketika nilai sempurna 100 di mapel IPA pada Ujian Nasional ini diraihnya. Ini semua adalah buah ketekunan belajar, ibadah, bimbingan semua guru, dan doa dari orang tua serta teman, imbuh gadis multitalenta ini.
Tidak capek kah belajar terus? jawabannya tidak. Bahkan sangat senang karena hari-harinya banyak tantangan dan bermakna bagi banyak orang. Justru kalo nganggur tidak belajar dia malah bingung juga. (Zm/In).






