Lawang (MTsN 3 Malang) – Setelah genap selama tiga hari mengikuti kegiatan Masa Ta’aruf Siswa Madrasah (Matsama), Rabu (17/07), peserta didik baru tahun pelajaran 2024-2025, mengakhiri kegiatan Matsama dengan kebersamaan nuasa pembelajaran, bahwa anggrek adalah jenis tanaman yang memiliki banyak keunikan, tanaman anggrek dapat hidup di dataran rendah, hutan rimba yang panas, gurun yang kering, dataran tinggi memiliki filosofi bahwa MTsN 3 Malang mendidik dan membina dengan sepenuh hati.
Dari sumbangan sejumlah kurang lebih 80 bunga anggrek dendrobium dan 18 bunga anggrek bulan menjadi keindahan lingkungan madrasah dan kenyamanan belajar.

Hal penting yang disampaikan Dra. Warsi, M.Pd bahwa hasil konservasi anggrek menjadi semakin relevan di tengah tantangan lingkungan global dan hilangnya keanekaragaman hayati. dan peran penting anggrek dalam ekosistem dan budaya. Penelitian ini juga memaparkan bagaimana pemahaman tentang konservasi anggrek dapat meningkatkan apresiasi terhadap lingkungan dan budaya, serta bagaimana hal ini dapat diintegrasikan dalam kurikulum pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anggrek memiliki nilai ekologis yang signifikan, termasuk sebagai penanda keanekaragaman hayati dan indikator kesehatan ekosistem.
Anggrek juga memiliki nilai budaya yang tinggi dalam berbagai masyarakat, sering kali menjadi simbol keindahan dan identitas lokal. Integrasi pendidikan dengan pemahaman tentang konservasi anggrek dapat menghasilkan generasi muda yang lebih peduli terhadap pelestarian alam dan warisan budaya.
Selain itu, hasil penelitian ini memberikan pandangan yang mendalam tentang bagaimana konservasi anggrek dapat menjadi alat pendidikan yang efektif dalam mempromosikan nilai-nilai yang berkelanjutan. Dengan demikian, hal ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pemahaman kita tentang pentingnya pelestarian anggrek dalam upaya yang lebih holistik dan berkelanjutan. (nyt)






