Lawang (MTsN 3 Malang). Sejumlah 347 peserta didik sabtu (04/05) mengikuti prosesi pelepasan, kegiatan yang bertempat dihalaman madrasah tersebut merupakan proses mendekati akhir pendidikan yang ditempuh oleh peserta didik pada MTsN 3 Malang. Kegiatan pelepasan tersebut merupakan suatu prosesi simbolis pengembalian peserta didik kepada wali murid setelah mereka mengikuti pendidikan selama 3 tahun, selain kegiatan pelepasan Kamad MTsN 3 Malang juga memunculkan trobosan baru dalam memberikan pelayanan kepada para pemangku kepentingan melalui pelayanan terpadu satu pintu (PTSP).
Dalam sambutannya Warsi mengingatkan kepada para peserta didik untuk memanfaatkan bekal yang telah diterima pada proses pendidikan di MTsN 3 Malang dalam menempuh pendidikan lanjutan yang lebih tinggi, proses pendidikan “soft skill” yang lebih ditekankan pada MTsN 3 Malang diharapkan akan memberikan kelebihan kalian pada masa revolusi industri 4.0. Kamad MTsN 3 Malang menjelaskan bahwa dalam memasuki revolusi industri 4.0, maka pemanfaatan robot dan kecerdasan buatan semakin lazim, sebagai dampaknya sebanyak 57 persen pekerjaan yang ada saat ini akan tergerus oleh robot. Oleh karena itu soft skill menjadi salah satu faktor paling penting untuk dimiliki para peserta didik di masa depan, kemampuan berkomunikasi dan bekerja sama dengan orang lain, memecahkan masalah, serta pendidikan akhlak maupun karakter dan diimbangi dengan ilmu pengetahuan yang telah kalian terima akan memberikan keunggulan tersendiri bagi kalian dalam menghadapi revolusi industri 4.0, ungkap Warsi.
Selain pelepasan, Kamad MTsN 3 Malang berkesempatan me-launching suatu unit pelayanan yang diyakini sebagai pertama pada satuan pendidikan yang terdapat di kabupaten Malang. Unit tersebut adalah Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Warsi menjelaskan bahwa fungsi utama dari PTSP adalah pelayanan, dengan bermodalkan motto FEFA yang merupakan kepanjangan dari free, easy, fast, & accountable (gratis, mudah, cepat, dan akuntabel) diharapkan pelayanan akan lebih efektif dan efisien. Oleh karena itu mulai saat ini atau setelah diresmikan oleh Kepala Kemenag Kab. Malang semua pelayanan yang dibutuhkan oleh seluruh pemangku kepentingan MTsN 3 Malang terpusat pada unit PTSP.

H.Musta’in dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada MTsN 3 Malang dalam membuat terobosan pelayanan melalui PTSP, dengan adanya PTSP Kakankemenag berharap pelayanan akan lebih cepat dan tidak melewati beberapa tahapan berbelit yang akan berdampak pada kepuasan pada pelangan maupun para pemangku kepentingan. Kepada para peserta didik peserta pelepasan, H. Musta’in berpesan untuk selalu bersemangat dalam menuntut ilmu, oleh karena itu jangan sampai berhenti sampai disini, konsep pendidikan sepanjang hayat harus selalu dimiliki, karena tongkat estafet kepemimpinan pada masa depan akan beralih pada kalian semua, ungkap Kakankemenag.
Kegiatan pelepasan yang juga terdapat gelar seni dengan menampilkan beberapa kreasi, antara lain tari kreasi sembahan putri, seni musik islami, drama dan tampilan group band. Selain itu juga terdapat spot selfie yang bertemakan lompatan pendidikan dari masa kolonial menuju kecerdasan buatan, hal tersebut oleh panitia di visualisasikan dengan suasana pedalaman desa dengan adanya figuran guru pada masa lalu, namun atmosfernya yaitu pada masa kecerdasan buatan yang dipenuhi oleh robot-robot hasil ciptaan peserta didik. berakhir pada pukul 12.00 WIB kegiatan pelepasan di akhiri dengan sambutan dari perwakilan wali murid dan ditutup dengan do’a. (Abft)






