Lawang (MTsN 3 Malang) – Dengan penuh suka cita, keluarga besar MTsN 3 Malang memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW pada Senin (08/09), dengan mengusung tema “Rasulullah Teladanku: Membangun Etika Digital dengan Cinta kepada Allah dan Nabi.” Kegiatan yang diikuti oleh seluruh guru, tenaga kependidikan, dan murid ini berlangsung khidmat dan penuh makna, menghadirkan Kak Ale dari Rumah Dongeng Malang sebagai pengisi mauidhotul hasanah.

Rangkaian acara dimulai sejak pagi hari dengan salat sunnah Duha berjamaah yang dilanjutkan dengan tadarus Al-Qur’an. Suasana semakin syahdu ketika seluruh warga madrasah bersama-sama melantunkan sholawat dengan diiringi tim Al Banjari MTsN 3 Malang. Iringan sholawat ini menjadi simbol cinta kepada Rasulullah SAW, sebagai teladan agung umat Islam. Selain itu, gema Asmaul Husna yang dikumandangkan bersama turut menambah kekhusyukan peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW tersebut.
Dalam sambutannya, Hj. Warsi menjelaskan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar tradisi seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat kecintaan kepada Allah dan Rasulullah. Ia menegaskan bahwa melalui pembacaan Asmaul Husna, warga madrasah diajak menanamkan cinta kepada Allah (Hubullah) dengan mengingat dan mengagungkan nama-nama-Nya yang indah. Setiap lantunan Asmaul Husna bukan hanya doa, tetapi juga pengingat agar seluruh murid meneladani sifat-sifat Allah, seperti kasih sayang, keadilan, kebijaksanaan, dan kelembutan, dalam kehidupan sehari-hari.

Hj. Warsi, juga menegaskan bahwa peringatan Maulid Nabi dapat menjadi momentum untuk meneladani Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menghadapi perkembangan era digital. Menurutnya, perkembangan teknologi yang begitu cepat harus diimbangi dengan etika digital yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Menurutnya, perkembangan teknologi yang begitu cepat harus diimbangi dengan etika digital yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Hj. Warsi mengaitkan hal ini dengan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di madrasah. Melalui KBC, cinta kepada Rasulullah (Hubburrasul) diwujudkan dalam bentuk pembiasaan akhlak mulia, cinta ilmu, serta penggunaan teknologi secara sehat dan bertanggung jawab.
Sementara itu, Kak Ale selaku narasumber utama menyampaikan mauidhotul hasanah dengan gaya khasnya yang hangat dan interaktif. Ia membuka dengan mengajak murid membiasakan diri menjawab salam sebagai bentuk akhlak mulia yang diajarkan Rasulullah SAW. Menurut Kak Ale, salam bukan sekadar ucapan, melainkan doa dan simbol kasih sayang antar sesama muslim. Untuk menambah semangat, ia memberikan kuis ringan seputar sejarah Nabi Muhammad SAW, serta memberikan hadiah kecil bagi murid yang berhasil menjawab, sehingga suasana peringatan Maulid terasa hidup dan penuh keceriaan.

Tidak berhenti di situ, Kak Ale juga menyampaikan dongeng tentang kelahiran Nabi Muhammad SAW dan peristiwa penting yang mengiringinya. Dengan bahasa sederhana dan alur yang menarik, ia mengajak murid MTsN 3 Malang menyelami keteladanan Nabi sejak kecil hingga dewasa. Nilai-nilai kesabaran, kejujuran, kepedulian, dan cinta kepada sesama yang ditanamkan Rasulullah digambarkan dengan kisah yang menyentuh hati. Melalui dongeng ini, Kak Ale berharap murid dapat menjadikan Rasulullah sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam pergaulan, dalam belajar, maupun dalam menggunakan teknologi digital yang bijak.
Kegiatan ini ditutup dengan kebersamaan yang hangat melalui makan bersama seluruh murid, guru, dan tenaga kependidikan. Menu yang disajikan adalah makanan bergizi seimbang, sebagai simbol kepedulian madrasah terhadap kesehatan jasmani sekaligus mendukung program Gerakan Nasional Aksi Bergizi. Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, MTsN 3 Malang berharap seluruh warga madrasah mampu meneladani Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya dalam ibadah dan akhlak, tetapi juga dalam menyikapi perkembangan teknologi digital dengan penuh kearifan dan cinta.






