Lawang (MTsN 3 Malang) – 28 Januari 2026, Dalam rangka memperkuat peran keluarga sebagai pelindung utama bagi remaja, Tim Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) MTsN 3 Malang bersama guru Bimbingan Konseling (BK) mengikuti kegiatan Kelas Orang Tua Bersahaja Angkatan 3 (Bersahabat dengan Remaja) yang diselenggarakan oleh Kemendukbangga/BKKBN. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom dan disiarkan langsung di kanal YouTube Kemendukbangga_BKKBN, dengan pusat kegiatan di ruang perpustakaan MTsN 3 Malang.
Mengusung tema “Bagaimana Bila Child Grooming Ada di Sekitar Kita?”, kelas ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan terhadap praktik child grooming yang kerap tersembunyi di balik interaksi sosial yang tampak wajar. Kegiatan dibuka oleh Wamendukbangga/Waka BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, S.Sos, dan dilanjutkan dengan sambutan dari Deputi Bidang KSPK, Nopian Andusti, SE., MT. Pengantar kegiatan disampaikan oleh Dr. Edi Setiawan, S.Si., M.Sc., MSE, Direktur Bina Ketahanan Remaja.

Materi utama disampaikan oleh Ferlita Sari, MSi, Psikolog, PCC, yang mengupas tuntas dinamika child grooming dari perspektif psikologis. Sesi juga menghadirkan Gaharu Intra Bijani dari Forum Genre Indonesia sebagai narasumber remaja, serta dipandu oleh Syaloomitha Merika, S.H, Puteri Indonesia Jawa Tengah 2 Tahun 2025 sekaligus Duta GenRe Kota Semarang 2023.
Partisipasi aktif MTsN 3 Malang dalam kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi program SSK yang menekankan pentingnya edukasi keluarga dan sekolah dalam membangun ketahanan remaja. Dengan mengikuti kelas ini, para guru dan tim SSK mendapatkan wawasan baru untuk memperkuat komunikasi empatik dan menciptakan lingkungan yang aman bagi peserta didik.

Kepala MTsN 3 Malang menyampaikan, “Kegiatan ini sangat relevan dengan semangat SSK yang kami jalankan. Edukasi tentang child grooming penting untuk membekali guru dan orang tua dalam mendeteksi serta mencegah potensi kekerasan terhadap anak.”
MTsN 3 Malang berkomitmen untuk terus mendukung program-program edukatif yang sejalan dengan nilai-nilai perlindungan anak dan penguatan karakter remaja. Melalui kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan lembaga pemerintah, diharapkan tercipta generasi muda yang tangguh, sehat, dan terlindungi.






