Lawang, (11 Oktober 2024) – Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang mengadakan sosialisasi pencegahan dini kanker payudara kepada para kader Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) di MTsN 3 Malang.Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang pentingnya deteksi dini kanker payudara di kalangan remaja.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Ma’had Putri MTsN 3 Malang ini dihadiri oleh kader SSK dan Madrasah Sehat yang antusias mengikuti setiap sesi. Dalam sosialisasi ini, para peserta diberikan pemahaman mengenai apa itu kanker payudara, faktor risiko, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan, terutama melalui metode SADARI (Periksa Payudara Sendiri).
Dosen dari Poltekes Kemenkes Malang, Rossyana Septyasih, S.Kp. M.Pd, dan Tim menjelaskan bahwa deteksi dini melalui SADARI sangat penting karena dapat membantu menemukan tanda-tanda awal kanker payudara. “Dengan mengetahui cara melakukan SADARI yang benar, setiap individu dapat berperan aktif dalam menjaga kesehatan diri mereka sendiri,” ujarnya.

Selama acara, para kader juga diajak untuk melakukan praktik SADARI secara langsung dengan panduan dari tenaga kesehatan. Selain itu, mereka juga diberikan materi edukasi dan leaflets untuk dibagikan kepada teman-teman dan keluarga mereka.
Kepala MTsN 3 Malang,Dra Warsi,M.Pd menyambut baik kegiatan ini. Ia berharap sosialisasi ini dapat memicu lebih banyak generasi muda untuk peduli terhadap kesehatan dan meningkatkan kesadaran tentang kanker payudara. “Kami berkomitmen untuk terus mendukung program-program kesehatan yang bermanfaat bagi siswa dan masyarakat sekitar,” tuturnya.
Kegiatan sosialisasi yang memang menjadi agenda rutin 1 bulan sekali ini diharapkan dapat membekali kader SSK dengan pengetahuan yang cukup untuk menjadi agen perubahan dalam mendorong kesadaran akan pentingnya pencegahan kanker payudara di lingkungan mereka.
Dengan langkah-langkah pencegahan yang tepat, diharapkan angka kejadian kanker payudara dapat ditekan, dan masyarakat lebih siap untuk menghadapi berbagai tantangan kesehatan di masa depan.






