Lawang (MTsN 3 Malang) – Sabtu, 12 Oktober 2024 di pojok kependudukan MTsN 3 Malang kader dan tim SSK MTsN 3 Malang mengikuti Webinar Kesehatan yang diselenggarakan oleh Tunas Hijau dan Kementerian Agama Kabupaten Malang yang diharapkan dengan adanya kegiatan ini bisa mengajak Masyarakat melalui keluarga dan warga dunia Pendidikan, khusus pendidik dan generasi muda, untuk sehat, optimis, produktif dan bergerak Bersama membantu mewujudkan SDGs Narasumber pada kegiatan webinar seri #211 adalah Menteri Koordinator bidang pembangunan manusia dan kebudayaan RI, hening parlan – green faith Indonesia dan Donny irawan –UNICEF.
Kegiatan kali ini dilaksanakan secara daring melalui zoom meeting dan juga melalui youtube tunas hijau Indonesia acara dibuka secara langsung oleh moderator sekaligus MC dari acara tersebut dilanjutkan materi, materi yang pertama dijelaskan oleh perwakilan Koordinator bidang pembangunan manusia dan kebudayaan RI Aris darmansyah dalam materinya mengajak untuk sama-sama meningkatkan penyadaran kepada semua pihak sampai kepada tingkat daerah untuk bersama-sama bekerja mengatasi dampak perubahan iklim terhadap anak dan juga membangun resiliensi dari anak-anak. Jadi tadi disampaikan bahwa kita ingin anak-anak tidak hanya sebagai objek tetapi juga sebagai subjek,”

Dia menjelaskan pemerintah mendorong agar anak-anak juga berpartisipasi di dalam upaya membangun ketahanan diri atau resiliensi diri mereka, keluarga dan lingkungannya agar bisa melakukan adaptasi dengan dampak dari perubahan iklim.
Pencemaran lingkungan turut berkontribusi terhadap penyakit-penyakit tersebut, termasuk ISPA yang dapat disebabkan oleh polusi udara. Selain itu, laporan dari Save The Children pada 2023 juga menyatakan bahwa dua dari tiga perkawinan usia anak secara global terjadi di wilayah paling terkena dampak perubahan iklim. Sementara itu, menurut Indeks Risiko Iklim Anak 2021 yang dikeluarkan UNICEF memperlihatkan Indonesia berada di peringkat ke-46 dari 195 negara yang memiliki indeks tinggi dengan faktor iklim dan lingkungan sangat rentan yaitu 8,1 dan kerentanan anak 4,2.
Narasumber yang kedua Donny irawan menjelaskan mengenai “Mengintegrasikan Hak-hak Anak dalam Kebijakan dan Program Perlindungan Terhadap Krisis Iklim” Perubahan iklim mengacu pada perubahan jangka panjang dalam suhu dan pola cuaca. Pergeseran ini terjadi secara alami dan ditambah dengan aktivitas manusia yang secara langsung atau tidak langsung mengubah komposisi atmosfer global. Aktivitas manusia telah menjadi penyebab utama perubahan iklim, terutama akibat pembakaran bahan bakar fosil seperti batu bara, minyak dan gas à ditambah dengan polusi air dan tanah Banyak orang berpikir perubahan iklim terutama berarti suhu yang lebih hangat. Tapi kenaikan suhu hanyalah awal dari mulainya perubahan iklim. Karena Bumi adalah sebuah sistem, di mana semuanya terhubung, perubahan di satu area dapat memengaruhi perubahan di semua area lainnya.
Kegiatan dilanjut dengan Tanya jawab mengenai, Kesehatan dan pola hidup sehat dan juga masukan mengenai upaya menjaga pola hidup. Kegiatan diakhiri dengan kuis yang dipandu oleh MC.






