Lawang (MTsN 3 Malang) – Dalam rangka lebih memahami sekaligus mendapatkan pemahaman baru tentang kurikulum merdeka maka pendidik MTsN 3 Malang, Senin (03/07) mendapatkan Pendampingan Tatap Muka Tahap I, Pelatihan IKM Berberbasis Komunitas (On the job training II) Yang dilaksanakan oleh BDK Surabaya Di MTsN 3 Malang. Bertempat di gedung aula mahad putri kegiatan pendampingan diikuti oleh seluruh pendidik MTsN 3 Malang, Pengawas Kemenag Kab. Malang dan sebagai narasumber yaitu tim dari BDK yang di koordinir oleh H. Jamal serta Dosen Pendamping dari Universitas Islam Malang (UNISMA) yaitu Alfan Zuhairi.
Kegiatan diawali dengan sambutan sekaligus pembukaan oleh kepala MTsN 3 Malang, dalam sambutannya Hj. Warsi menjelaskan bahwa kegiatan ini akan menjadi refleksi serta arahan untuk menambah ilmu dan menambah modal dalam pengembangan MTsN 3 Malang, khususnya dalam penerapan Kurikulum Merdeka. Hj. Warsi menmbahkan, bahwa kesempatan yang berharga ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin, karena kita tidak perlu mendatangi BDK untuk mengikuti pelatihan, beliaulah yang mendampingi kita di madrasah, bahkan pendampingan akan dilaksanakan selama 6 bulan, oleh karena itu kepala MTsN 3 Malang juga mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan mohon bimbingan dalam penerapan kurikulum merdeka, jelas Hj. Warsi.

H. Jamal selaku narasumber menjelaskan bahwa dalam profil pelajar pancasila yang utama bukan produk, namun lebih dari itu proses dalam pembentukan karakter yang menjadi tujuan, oleh karena itu peran guru dalam membentuk karakter peserta didik dalam kurikulum merdeka memiliki peran yang banyak. Selanjutnya H. Jamal berpesan kepada seluruh pendidik ketika ada perbaikan modul ajar, tidak usah menunggu tahun depan, segera diperbaiki dengan diberi tanda, sehingga tidak sampai lupa dan selanjutnya lebih update dan semakin baik, jelas H. Jamal.
Alfan Zuhairi selaku dosen pendamping menjelaskan bahwa dokumen kurikulum merdeka yang telah dimiliki oleh MTsN 3 Malang sudah lengkap, hanya ada beberapa yang harus direvisi yaitu terkait sistematika penulisan serta tanda baca, oleh karena itu temuan tersebut agar segera direvisi dan mengacu pada instrumen telaah sesuai Kurikulum Operasional Madrasah (KOM), kami berharap materi yang sudah kami sampaikan dapat bermanfaat dan bisa menambah nilai dari penerapan kurikulum merdeka di MTsN 3 Malang, jelas Alfan Zuhairi.
Sementara itu Akhmad Suharto selaku pengawas MTsN 3 Malang mengucapkan terima kasih atas bimbingan dari Tim BDK Surabaya dan Unisma, mohon untuk terus didampingi dan kami akan selalu menunggu kegiatan selanjutnya, kegiatan pelatihan ini sebagai upaya memasifkan implementasi kurikulum merdeka, di samping meneruskan strategi yang selama ini sudah dilakukan, baik melalui bimtek maupun Massive Open Online Courses (MOOC) Pintar, jelas Akhmad Suharto. (abft)






