Lawang (MTsN 3 Malang) – Pada Rabu, 10 Desember 2025, Kementerian Agama bekerja sama dengan MTsN 3 Malang menyelenggarakan sosialisasi wakaf uang kepada pengurus pos siswa kelas 7, 8, dan 9 bertempat di Ma’had Misriu. Kegiatan ini digelar sebagai upaya menanamkan pemahaman sejak dini tentang pentingnya wakaf uang, manfaatnya bagi masyarakat, serta bagaimana peran siswa dapat ikut berkontribusi bagi kemaslahatan umat melalui gerakan filantropi yang terukur dan berkelanjutan.
Dalam sosialisasi ini, para siswa diberikan penjelasan mengenai konsep wakaf uang, tata cara berwakaf yang sesuai dengan ketentuan syariah dan regulasi, serta bagaimana pengelolaan wakaf dilakukan secara akuntabel sehingga dapat mendukung program sosial dan keagamaan yang memberi dampak nyata bagi masyarakat. Melalui pemahaman ini, diharapkan para siswa mampu menjadi agen perubahan—generasi yang peduli, memiliki empati, dan siap berkontribusi bagi kemaslahatan umat.

Kepala MTsN 3 Malang, Hj. Warsi, M.Pd, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas sinergi dan kehadiran para narasumber dari Kementerian Agama. Ia menegaskan bahwa wakaf uang merupakan instrumen filantropi modern yang sangat strategis untuk meningkatkan kesejahteraan umat. “Wakaf uang adalah wakaf yang dilakukan dengan harta benda yang dapat berupa uang tunai, saham, obligasi, dan instrumen lain yang bernilai manfaat. Melalui wakaf uang, kita dapat membantu mereka yang membutuhkan sekaligus mendukung program-program kemasyarakatan dan keagamaan yang memberi manfaat luas,” ujar beliau.
Lebih lanjut, Hj. Warsi berharap sosialisasi ini mampu membangkitkan kesadaran para siswa untuk aktif berwakaf serta memaknai wakaf sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan spiritual. “Mari kita jadikan kesempatan ini sebagai momentum untuk meningkatkan kepedulian, memperkuat literasi wakaf, dan berpartisipasi dalam gerakan wakaf uang demi kemaslahatan umat,” tambahnya.
Kegiatan sosialisasi ini diharapkan menjadi langkah awal bagi penguatan edukasi filantropi Islam di lingkungan MTsN 3 Malang, sekaligus mendorong siswa untuk berperan aktif dalam kegiatan sosial yang membawa keberkahan bagi masyarakat luas.






