Lawang (MTsN 3 Malang). Sejak masa pandemi peserta didik MTsN 3 Malang melaksanakan KBM secara daring (dalam jaringan), melalui sistem e-learning maupun aplikasi web meeting seluruh peserta didik dapat mengikuti proses KBM dari rumah masing-masing. Begitupun juga dengan kegiatan lain diluar KBM, antara lain yaitu pemilihan ketua dan pengurus OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah), melalui sistem e-vote pada Rabu (30/9) seluruh peserta didik menggunakan hak pilihnya dari rumah masing-masing.
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Kepala MTsN 3 Malang, melalui layanan streaming seluruh peserta didik MTsN 3 Malang mengikuti dan menyimak penjelasan dari kamad Warsi terkait pelaksanaan pemilu. Dalam sambutan awal, Warsi mengungkapkan pada masa krisis kesehatan saat ini kesehatan merupakan prioritas utama, oleh karena itu kita harus selalu bersyukur dalam keadaan sehat dan tentunya harus dapat mengadaptasi kebiasaan baru dengan penerapan protokol kesehatan Covid-19, karena sampai saat ini belum ada yang dapat memastikan berakhirnya pandemi.
Dilanjutkan oleh Warsi, bahwa pelaksanaan kegiatan pemilu ketua dan pengurus Osis ini secara tidak langsung merupakan bagian dari hidden curriculum (kurikulum tersembunyi), mengapa dinyatakan sebagai kurikulum tersembunyi karena hakikat dari pemilu yang memiliki asas jujur, adil dan rahasia diharapkan selalu bisa diaplikasikan seluruh peserta didik dalam setiap sikap dan prilaku. Selain itu Warsi berharap bahwa seluruh peserta didik tidak hanya sekedar mengikuti pelaksanaan dan menggunakan hak pilihnya dengan mata tertutup, pilih calon atau kandidat yang memiliki visi dan misi yang jelas, karena hal tersebut akan berdampak pada kualitas organisasi dalam setahun kedepan, ungkap kepala MTsN 3 Malang.

Secara terpisah, pembina osis MTsN 3 Malang menjelaskan bahwa pelaksanaan e-vote pada pemilihan ketua dan pengurus MTsN 3 Malang telah dilaksanakan beberapa tahun sebelumnya, namun yang berbeda pada saat ini yaitu pemungutan suara dilaksanakan full online dari rumah masing-masing. Peserta didik bisa menggunakan hak pilihnya melalui link yang telah dibagikan dan dapat diakses melalui perangkat yang mereka miliki, begitupun juga dengan para calon/kandidat yang tidak dihadirkan secara langsung, hal tersebut sebagai solusi pada masa pandemi saat ini, tutur Suprayitno. (Abft)






