Lawang (MTsN 3 Malang) – Bertempat di lapangan area asrama MTsN 3 Malang, Rabu (04/12), dan bersamaan dengan kegiatan Pembinaan Pejabat di Lingkungan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kab. Malang, kepala Kantor Wilayah Kemenag Prov. Jawa Timur, H. Ahmad Suruji Bahtiar, ikut menyemarakkan kegiatan Gerakan Menanam Sejuta Pohon (Gema Setahon), dengan menanam pohon alpukat berjenis Aligator.
H. Ahmad Suruji Bahtiar memberikan sambutan hangat dalam kegiatan Gema Setahon yang digelar di lingkungan MTsN 3 Malang. Dalam penjelasannya, kakanwil Kemenag Jatim menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sebagai wujud tanggung jawab bersama terhadap bumi. “Menanam pohon bukan hanya untuk kita, tetapi juga untuk generasi mendatang. Gerakan ini mencerminkan semangat gotong-royong dan kepedulian kita terhadap lingkungan hidup,” ujarnya.
H. Ahmad Suruji Bahtiar juga menambahkan bahwa acara ini diharapkan menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk terus mendukung upaya penghijauan dan pelestarian lingkungan di seluruh wilayah Jawa Timur. Oleh karena itu, pihaknya sangat mengapresiasi kepada MTsN 3 Malang, yang telah mewujudkan program tersebut, apalagi pemilihan jenis pohon dengan memperhatikan ke khasan lokal di wilayah Lawang, ungkapnya.

Sementara itu, kepala MTsN 3 Malang menjelaskan bahwa pemilihan pohon juga mempertimbangkan kearifan lokal daerah, pohon alpukat ditanam sebagai pohon khas yang sesuai dengan kearifan lokal Malang khususnya Lawang, selain itu, juga memiliki nilai ekonomi dan manfaat ekologis yang tinggi jelas Hj. Warsi.
Hj. Warsi melanjutkan bahwa pagi ini kita menanam 3 jenis pohon alpukat, yaitu Aligator, Pameling, dan Mentega. Oleh karena itu, kami terus berkomitmen dalam program penghijauan madrasah dengan berbagai jenis tanaman yang ditanam secara berkala, yang memberikan keindahan pada lingkungan madrasah, dan dapat memberikan manfaat jangka panjang, diharapkan dengan program berkelanjutan ini mencerminkan kesadaran madrasah terhadap pentingnya lingkungan hijau dan sehat, yang juga diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi seluruh siswa untuk peduli terhadap alam, jelas kepala MTsN 3 Malang. (abft)






