Lawang (MTsN 3 Malang) tak henti-hentinya menggemakan gerakan literasi. Rabu (18/7) Tim Literasi Matsaneti menjadi bagian dalam rangkaian masa taaruf madrasah (matsama) dengan melakukan pendekatan ngobrol bareng (ngobar) di Masjid Assalam bagi siswa putra dan siswa putri di MSmart selepas rutinitas salat duhur dilaksanakan. Era literat harus terus dikepakkan hingga terbang melayang layaknya elang di angkasa, tinggi bebas tak berbatas jarak dan ruang, demikian Warsi selaku Kepala Madrasah memotivasi dengan bahasa humornya.

Sosialisasi gerakan literasi secepatnya dilakukan dalam rangka pengenalan program madrasah kepada peserta didik 2018/2019 yang baru saja dikukuhkan sebagai siswa MTs Negeri 3 Malang. Pun demikian, materi literasi disajikan dengan metode yang menarik. Model siswa memerankan salah satu cerita dalam buku kumpulan cerpen ber-ISBN. Dimulai dari gerakan membaca buku dan mengemasnya dalam jurnal membaca hingga peluncuran buku kumpulan cerpen karya siswa madrasah pada Mei lalu.
Ilin Nurhamidah membuka materi literasi di Msmart juga menceritakan kisah tentang alif dalam novel Lima Menara yang mampu menginspirasinya berjuang meraih cita-cita. Disambut pula dengan model guru yang terinspirasi oleh seorang guru yang bernama Muslimah di Novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata. “Saya ingin seperti Kak Ummul Hafidzoh yang bisa menulis cerpen dan berhasil dibukukan” jelas Gadis Fairuzzanuba salah seorang siswa dari kelas 7G.

Motivasi untuk “beramal buku, berisi ilmu bermanfaat untuk generasi sesudahku” juga mendapat sambutan antusias dari peserta Matsama. Hasil amal buku diserahkah dari perwakilan peserta Matsama Mayda dkk kepada pihak Madrasah saat upacara bendera Senin 30 Juli 2018. Gerakan literasi tak hanya berpaku pada dengar, lihat, baca, dan tulis belaka, melainkan pemahaman dan penerapan ilmu mewujudkan pribadi yang berakhlakul karimah menuju insan kamil Indonesia Jaya. (ZM/IN)





