Lawang (MTsN 3 Malang). Raihan prestasi cemerlang dengan 6 medali dalam ajang NASPO (National Applied Science Project Olympiad) yang diadakanoleh IYSA (Indonesian Young Scientist Association)
Suka duka dalam proses penelitian, penulisan laporan penelitian, latihan presentasi, hingga proses presentasi dan Tanya jawab secara online. Proses pendambingan berbulan yg dilalui siswa dalam pembimbingan berdampak sangat signifikan pada para siswa yang berhasil memresentasikan karya penelitiannya dengan apik, berani, jelas dan lebih tepatmya diatas ekspektasi saat latihan, ungkap Adid selaku kordinator tim riset yang getol memotivasi peserta dan pembimbing untuk melakukan pendampingan intens dalam 3 minggu terakhir
Erwinda guru bahasa Indonesia yang dipaksa menjadi pendamping IPA ini cukup lihai menghipno siswa bimbingannya. Kalian masuk babak presentasi itu berarti sudah pemenang. Jangan berfikir lain kecuali presentasi sebaik mungkin. Kalimat motivasi yang didengungkannya setiap saat benar-benar berdampak luar biasa. Bukan hanya volume suara yang keluar bebas, bahasa tidak lagi tekstual, percaya diri yang tinggi membuat mereka sanggup merespon pertanyaan pembantaian dari dewan juri. Bahkan sanggup mengambil alternatif cepat saat ngeblank beberapa detik hingga terselamatkan dengan argumen kontekstual sesuai yang mereka alami saat proses pembimbingan.

Delapan judul bertarung bersamaan dalam satu hari, hanya dibedakan oleh room dan waktu presentasi membuat tim riset MTsN 3 Malang sedikit kelabakan, apalagi cuaca alam yang kurang mendukung. Bergabung melalui zoom mulai pukul 07.00 pagi dan berakhit pukul 16.30 cukup memeras energi. Semuanya terbayar dengan panen prestasi 1 emas bidang IPS kewirausahaan, 2 perak bidang IPA dan IPS serta 3 perunggu.
Pentingnya real proses akan membuat siswa bisa menceritakan secara natural apa yang mereka lakukan dan apa yang mereka tulis dalam karya ilmiahnya. Terima kasih tim riset MTsN 3 Malang. Prestasi tiada henti, ungkap Warsi mengapresiasi prestasi kali ini.
Prestasi selengkapnya terekap sebagai berikut :
Medali emas dengan judul Optimalisasi Tabungan Remaja sebagai Modal investasi di Pasar Modal diketuai oleh Reyqita Syarfa Aridania, dan beranggotakan Aretha Puspa Indriani, Antakuna Aini Qonita, dan Adinda Ata Azzahra, dibimbing oleh Shofwatul Uyun.
Medali Perak dengan judul SCI-Home : Optimalisasi Pusat Klinik KIR Berbasis Etnosains dan Hasil Penelitian Potensi Lokal di Kecamatan Lawang diketuai oleh Maulana Yusuf Alif dan beranggotakan Aylee Yakuta Azka, Alifanesya Bintang Binandari Rifanda, dan Labiba Safira Awathif.
Medali perunggu diraih masing-masing :
Tim Fauzia Nur Ro’udhotul Jannah, Pradipta Rajwa Riswanto, Nilam Tirta Wirani, dan Oktavian Fasya Dwi Kurniawan, bidang pengolahan limbah, dengan judul Pemanfaatan Limbah Ampas Tebu Menjadi Kerajinan dan Wadah Alami Sebagai Upaya Pengolahan Limbah Padat Organik.
Tim Kireina Az Zahra, Aura Cantika Putri Setyawan, Muhammad Rasya Fadhilah Fahmi, dan Iline Arum Putri Bintoro, bidang pengolahan limbah, dengan judul Pelet Campuran Limbah Tulang Ayam dan Tulang Ikan Termodifikasi: Aplikasi Pakan Buatan pada Usaha Pembesaran Ikan Lele Dumbo (Clarias s.p)
Tim Romilda Nafisah, Risqi Amelia Zein, Ghadyda Jauhar Aqila, dan Edelwisya Putri Aprilia, bidang kewirausahaan, dengan judul Eco Green Pot :Inovasi Produk Limbah Kain Perca sebagai Produk Usaha Kreatif di Desa Candirenggo
Tim Hafizh Eka Yudanta, Aththar Satria Baarigh, Radriga Chaka, Deepa Aulia, Bidang IoT dan Aplikasinya dengan judul Liftase: Lift Tanpa Sentuh dengan Sistem Operasi PictoBiox sebagai Inovasi Teknologi di Masa Pandemi Covid 19






