Malang (MTsN 3 Malang) – Memasuki hari kedua pelaksanaan Pondok Ramadan 1447 H, Selasa (24/26), kegiatan difokuskan pada penguatan pemahaman dan praktik ibadah. Sesi ini menjadi bagian penting dalam pembelajaran Ramadan karena murid tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga melaksanakan praktik langsung, seperti penyerahan zakat fitrah kepada amil zakat madrasah yang telah mendapatkan bai’at secara resmi serta mendapatkan pembinaan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).
Selain praktik zakat fitrah, kegiatan hari kedua juga diisi dengan materi thaharah dan wudhu hemat air sebagai bagian dari penguatan nilai ekoteologi, serta pemahaman tentang shalat berjamaah dan makmum masbuk. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan penuh antusiasme.
Kepala MTsN 3 Malang menjelaskan bahwa kegiatan praktik ini memberikan pengalaman bermakna bagi murid. Pada materi zakat, murid tidak hanya menerima materi, tetapi memahami alur pelaksanaan mulai dari membawa beras sesuai ketentuan, menyerahkan zakat fitrah kepada amil, hingga melafalkan niat dengan benar dan khidmat. Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh kesadaran bahwa zakat fitrah merupakan ibadah yang harus dilaksanakan secara benar dan penuh keikhlasan.

Hj. Warsi menegaskan bahwa amil zakat fitrah MTsN 3 Malang telah mengikuti pembinaan dan prosesi bai’at secara resmi, serta sah sebagai amil sesuai ketentuan syar’i dan regulasi yang berlaku. Dengan status tersebut, pengelolaan zakat fitrah di lingkungan MTsN 3 Malang memiliki legitimasi yang jelas dan dilaksanakan secara amanah, transparan, serta akuntabel. Hal ini sekaligus menjadi bentuk komitmen madrasah dalam memberikan layanan zakat yang profesional, sehingga masyarakat, khususnya wali murid, tidak perlu ragu dalam menyalurkan zakat fitrah melalui madrasah. Setiap amanah yang dititipkan oleh wali murid dikelola dengan penuh tanggung jawab, sehingga zakat yang ditunaikan benar-benar sampai kepada mustahik yang berhak menerima.
Hj. Warsi juga menambahkan nantinya murid-murid juga yang akan terjun langsung untuk mendistribusikan kepada yang termasuk dalam 8 asnaf zakat. pembelajaran yang bersifat praktik langsung ini bertujuan membangun budaya ibadah yang tidak berhenti pada tataran teori. Pendidikan zakat sejak dini menjadi bagian dari pembentukan karakter sosial murid agar memiliki empati dan kepedulian terhadap sesama, khususnya kepada mereka yang berhak menerima. Dengan demikian, nilai ibadah tidak hanya dipahami, tetapi benar-benar diinternalisasi dalam sikap dan perilaku sehari-hari.
Melalui kegiatan hari kedua Pondok Ramadan ini, MTsN 3 Malang berharap tumbuh generasi yang tidak hanya taat secara ritual, tetapi juga memiliki kesadaran sosial dan tanggung jawab moral dalam kehidupan bermasyarakat. Legalitas amil yang sah serta pembelajaran yang terstruktur menjadi wujud keseriusan madrasah dalam menghadirkan pendidikan agama yang mendalam, aplikatif, dan terpercaya bagi seluruh warga madrasah.






