Lawang (MTsN 3 Malang) – Kader Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) MTsN 3 Malang menunjukkan komitmennya dalam menjaga ruang digital Indonesia dengan berpartisipasi aktif dalam Gerakan Literasi Keamanan Siber (GELITIKS) yang diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Timur, Rabu (12/11).
Mengangkat tema inspiratif “Pelajarku untuk Indonesiaku,” kegiatan daring melalui platform Zoom Meeting ini bertujuan membekali pelajar, khususnya kader SSK, agar tidak hanya cerdas dalam isu kependudukan, tetapi juga tangguh dan bertanggung jawab dalam ekosistem digital.
Kepala Diskominfo Jawa Timur, yang membuka acara, menyampaikan bahwa pelajar saat ini adalah warga digital utama (digital native) yang memiliki peran krusial. “Keamanan siber bukan hanya urusan teknis, ini adalah masalah ketahanan nasional. Para pelajar, sebagai tunas bangsa, harus menjadi garda terdepan dalam menyebarkan konten positif dan memutus rantai informasi palsu,” tegasnya.
Para kader SSK MTsN 3 Malang menyambut antusias materi yang mencakup bahaya cyberbullying, risiko penyebaran data pribadi, hingga identifikasi berita bohong (hoax). Salah satu kader SSK, Haniyyah ‘Azmi Mumtazah dari kelas 8C menyatakan bahwa kegiatan ini sangat relevan dengan tugas mereka.

“Sebagai kader SSK, kami fokus pada kesehatan mental dan pencegahan perilaku menyimpang, termasuk perundungan. Setelah GELITIKS ini, kami semakin memahami bahwa cyberbullying dan kecanduan internet adalah ancaman nyata yang harus kami cegah di lingkungan madrasah,” ujarnya.
Kolaborasi SSK dan Literasi Digital
Peran kader SSK dalam program GELITIKS ini menjadi sinergi yang unik. Literasi keamanan siber dilihat sebagai perpanjangan dari kesiapsiagaan kependudukan, yaitu menyiapkan generasi muda yang sehat, produktif, dan siap menghadapi tantangan zaman, termasuk tantangan di dunia maya.
Melalui pelatihan ini, MTsN 3 Malang berharap kader SSK dapat menjadi agen perubahan yang mampu:
• Mengarahkan teman sebaya untuk memanfaatkan internet secara positif dan produktif.
• Meningkatkan kesadaran akan risiko predator daring dan bahaya phishing.
• Menyebarkan informasi yang akurat, sejalan dengan visi “Pelajarku untuk Indonesiaku.”
Acara ditutup dengan sesi tanya jawab yang interaktif, menunjukkan semangat besar dari para pelajar untuk menjadi “Pahlawan Siber” di masa depan.






