Lawang (MTsN 3 Malang) – Senin (10/11), bertempat di Aula Ma’had Putri MTsN 3 Malang, dilaksanakan kegiatan penerimaan santri Program Amaliyyati Tadris dari MA Model Zainul Hasan (Zaha) Pajarakan Genggong Probolinggo. Kegiatan ini merupakan bentuk kerja sama pendidikan berbasis pesantren yang berorientasi pada pembentukan karakter, penguatan pedagogik, serta praktik pengabdian santri.
Dalam sambutannya, Kepala MTsN 3 Malang, Dra. Hj. Warsi, M.Pd., menyampaikan rasa senang dan terhormat atas kepercayaan MAM Zaha yang memilih MTsN 3 Malang dan Ma’had Misriu sebagai tempat praktik Amaliyyati Tadris. “Kami menyambut adik-adik dengan penuh cinta. Kehadiran kalian menjadi warna baru bagi kami. Semoga dari momentum ini terjalin hubungan yang semakin erat dan ke depan bisa terbangun model sister school yang saling menguatkan,” ungkap Hj. Warsi.

Hj. Warsi menegaskan bahwa bentuk kolaborasi seperti ini merupakan wujud nyata pendidikan berbasis cinta dan kebermanfaatan. “Kita belajar untuk saling menguatkan. Kalau diibaratkan, hubungan MTsN 3 Malang dan MAM Zaha adalah symbiosis mutualisme – sama-sama memberi, sama-sama tumbuh, sama-sama berjuang untuk mencetak generasi berkarakter.”
Sementara itu, Nastangin, S.E., M.Pd., selaku Kepala MAM Zaha menjelaskan bahwa pengiriman santri ini bertujuan untuk melatih mereka mengimplementasikan ilmu yang telah dipelajari dalam dunia nyata, khususnya dalam mendidik dan membersamai adik-adik santri Ma’had Misriu. “Selama dua minggu, anak-anak kami akan belajar tidak hanya mengajar, tetapi juga mengabdi. Kami yakin MTsN 3 Malang memiliki kultur yang tepat untuk menguatkan keilmuan dan akhlak mereka,” ujarnya.

Melalui program ini, santri MAM Zaha akan terlibat langsung dalam kegiatan pembinaan, pendampingan belajar, pembiasaan ibadah, serta aktivitas kepesantrenan di Ma’had Misriu. Selain itu, santri juga berkesempatan berkolaborasi dengan Program ICP Bahasa Arab dan ICP Bahasa Inggris MTsN 3 Malang, sehingga pengalaman yang diperoleh tidak hanya berorientasi pada pedagogik, tetapi juga pada penguatan kompetensi bahasa dan komunikasi.
Program Amaliyyati Tadris ini akan berlangsung selama dua minggu ke depan dengan pendampingan penuh dari pengasuh Ma’had Misriu, tim keasramaan, dan guru MTsN 3 Malang.






