Lawang (MTsN 3 Malang) – Suasana syahdu dan penuh cinta menyelimuti halaman MTsN 3 Malang, Senin (2/6) dalam gelaran Launching 1000 Karya Guru dan Siswa. Mengusung tema “Merangkul Akhir, Mengukir Mula”, kegiatan ini menjadi penanda bahwa akhir tahun pelajaran bukanlah titik akhir, melainkan awal baru yang penuh harapan dan karya.
Kegiatan diawali dengan penampilan musikalisasi puisi bertajuk Suara Hati, yang dibawakan apik dan menyentuh oleh Erwinda Sukma Safitri bersama Abiha, peserta didik kelas 9H. Balutan musik, narasi, dan ekspresi yang tulus seakan menghadirkan semangat literasi yang tidak hanya logis, tetapi juga emosional.
Dilanjutkan dengan pemutaran video unboxing buku hasil karya siswa sebagai bentuk nyata dari partisipasi aktif MTsN 3 Malang dalam Gerakan Sekolah Menulis Buku (GSMB) bersama Nyalanesia. Dua tokoh utama dalam video tersebut, Rizma Aurellia (9D) dan Prahenusa Ciptadi (9K), menyampaikan rasa syukur dan bahagia karena melalui kegiatan menulis, mereka menjadi pribadi yang lebih percaya diri, kreatif, dan siap berprestasi. Keduanya juga berhasil meraih Juara Favorit Nasional dalam Sayembara Berbagi Cerita Dampak Nyalanesia.

Acara inti ditandai dengan pembukaan Story Box, kotak besar berisi 1000 karya siswa kelas IX yang telah dibukukan bersama para Guru Pembimbing Akademik di tiap kelas. Story box dibuka secara simbolis oleh Kepala MTsN 3 Malang didampingi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Malang.
Dalam sambutannya, Hj. Warsi menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh siswa kelas IX atas dedikasi dan kontribusi mereka. “Karya ini menjadi warisan intelektual bagi madrasah kita, sekaligus motivasi untuk adik-adik kelas VII dan VIII agar terus berkarya dan percaya bahwa setiap ide yang ditulis bisa memberi makna,” ungkap kepala MTsN 3 Malang.
Sementara itu Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Malang, memberikan sambutan hangat yang memotivasi seluruh hadirin. “Ini bukan sekadar peluncuran buku, tapi momentum yang menunjukkan bahwa madrasah bukan hanya tempat belajar, tetapi tempat bertumbuh. Karya-karya ini adalah bukti bahwa literasi bukan beban, melainkan bekal masa depan. Saya bangga MTsN 3 Malang mampu menginisiasi gerakan literasi yang bukan hanya mencerdaskan, tetapi juga menyentuh nurani,” tegas H. Sahid.
Momentum menjadi semakin ceria saat Ibu Kepala Madrasah dan Bapak Kakankemenag berbalas pantun, menguatkan bahwa kegiatan literasi tidak hanya menumbuhkan kecakapan menulis, tetapi juga mengasah kepekaan batin dan keceriaan jiwa.
Sementara itu, Ilin Nurhamidah selaku koordinator literasi Matsaneti menyampaikan rasa syukurnya karena launching 1000 karya siswa berjalan lancar sesuai dengan harapan. Tentunya ini adalah berkat support luar biasa dari kepala madrasah dan kerja sama semua tim literasi serta kepanitiaan.
Literasi tak berhenti di baca tulis saja, MTsN 3 Malang menggelar aksi sujud syukur dan peduli sesama. Hal ini menunjukkan meningkatnya rasa cinta kepada Allah(Hubullah). Kegiatan tersebut digagas sebagai ungkapan syukur Siswa MTsN 3 Malang lulus 100%.(IN)






