Malang – Telah diadakan workshop Gerakan Sekolah Menulis Buku Nasional yang dilaksanakan pada Sabtu, 10 Agustus 2019 di MTsN 3 Malang. Kegiatan berbasis literasi ini adalah tindak lanjut adanya kegiatan GERAM yang dicanangkan oleh KEMENAG dalam menjunjung tinggi budaya baca tulis, ujar Ibu Warsih selaku Kepala Sekolah bernotabene favorit tersebut.
Semoga literasi kita semakin bergengsi. Dan pedoman penilaian kita bisa menentukan apa yang akan kita pilih dan kita dapatkan Harap Bu Ilin Nur Hamidah-salah satu tim literasi (guru MTsN 3 Malang) pada workshop GERAM yang dihadiri 35 peserta itu.
Adapun beberapa kegiatan yang menunjang semangat literasi serta menambah wawasan masyarakat sekolah, diantaranya adalah 15 menit membaca setiap hari Senin dan Jumat, memiliki jurnal membaca harian, perpustakaan representatif, sudut baca di setiap kelas, poster kampanye membaca, madrasah melibatkan publik, perayaan hari literasi seperti merangkum Khutbah Idul Adha, dan tak lupa reward untuk duta literasi. Dan masih banyak lagi.
“Fokus dari tim literasi sangat luas, akan tetapi terpusat dalam menciptakan penulis yang dapat menorehkan karya bernuansa dakwah Islam. Bukannya hanya menulis , tapi juga beramal. Dimulai dari menulis hal-hal kecil, seperti menulis status WhatssApp, cerita di Instagram, dan lain-lain. Jua tak lupa tips-tips menulis yang baik, yakni jangan terlalu sering menggunakan kalimat pasif, gunakan seluruh indera yang ada, hindari kata sangat, bisa menggunakan analogi atau figuratif, style gaya penulisan disesuaikan dengan kebutuhan konsumen. Mulai saja dulu, jangan takut salah Jelas Bapak Sigit Andri Setiawan yang menjadi narasumber pada workshop kala itu.
Workshop GERAM yang bertemakan Pengalaman Harian Jadi Karya Tulisan Menawan sukses merebut dan menampik jiwa antusias seluruh peserta di dalamnya. Banyak keuntungan yang didapat dalam dunia tulis menulis, selain dapat menyalurkan hasrat penulis, bisa juga memperoleh omset dan popularitas Mereka sangat bersemangat mengikuti kegiatan tersebut dengan memegang kalimat teguh malas tertindas, lambat tertinggal, berhenti mati. (erx)






