Lawang (MTsN 3 Malang). Bertempat dihalaman madrasah, Senin (13/09) tim Madrasah Ramah Anak (MRA) melaksanakan sosialisasi disiplin positif MRA. Kegiatan yang diawali dengan pembiasaan karakter religius yaitu sholat dhuha dan tadarus Al-Qur’an, diikuti oleh kepada seluruh peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan MTsN 3 Malang.
Dalam sambutannya, Himyatul Amanah menjelaskan kepada seluruh peserta didik mengenai konsep MRA, yaitu madrasah termasuk dalam unsur MRA yaitu aman nyaman bahagia, seperti pendidikan karakter yang telah disiapkan untuk kalian semua: sholat dhuha; dhuhur ashar; peduli terhadap ide kreatif ada Osis, peduli lingkungan ada gogreen; peduli kesehatan ada PMR; peduli kedisiplinan dan tanggung jawab ada DKG; peduli inovasi ada KIR, peduli literasi ada pojok literasi, saat ini ada yang peduli keramahan ada forum anak. Forum anak terbentuk setelah semua unsur organisasi d MTs terbentuk, ungkap koordinator MRA MTsN 3 Malang
Ditambahkan oleh koordinator MRA bahwa saat ini MTsN 3 Malang ditunjuk sebagai Koordinator MRA se-kab Malang, selain itu MTsN 3 Malang juga di nobatkan sebagai Satuan Pendidikan Rmah Anak oleh DP3A dan kemenag Kab Malang, untuk itu kita sukseskan bersama MTsN 3 malang menjadi MRA dan kita patut memberikan apresiasi kepada kepala madrasah yang telah berjuang untuk menjadikan MTsN 3 Malang sebagai madrasah ramah anak yang bukan hanya dalam hal terpenuhinya administrasi saja, namun sarana juga mendapat perhatian.

Kepala MTsN 3 Malang dalam sambutannya menjelaskan bahwa saat ini MTS 3 Malang sudah masuk pada tahapan maju, karena kalau melihat tahapan MRA ada 3, yaitu: mau, mampu, dan maju. untuk itu kita sukseskan bersama MTSN 3 malang menjadi MRA, mari kita seluruhnya mendukung agar apa yang di programkan pemerintah menjadi terealisasi. Bagaimana melaksanakannya? sangat mudah, bisa dengan siswa pada siswa dan pada guru: ketika bertemu, sapa, salim, sopan, santun, ramah, peduli, perhatian, meniali positif. Sebagai contoh: sebaiknya suka memuji jika ada teman yang berprestasi, hendaknya membatu guru jika terlihat berat membawa buku,
Selain itu, Hj. Warsi juga memberikan contoh yang lain yaitu: tersenyum, ada teman yang sedih karena janjian tidak tepat maka kita sebagai teman menentramkannya. “Pasti ada hikmah di balik ini”, bertutur kata lembut dan nyaman, boleh marah?. boleh tapi dengan bahasa santun”, ungkap kepala MTsN 3 Malang.






