Lawang (MTsN 3 Malang) – Dalam suasana penuh khidmat dan semangat kebersamaan, seluruh guru, tenaga kependidikan, dan murid MTsN 3 Malang memperingati Hari Santri Nasional 2025, yang tahun ini mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia.” Kegiatan yang digelar di halaman madrasah tersebut menjadi momen reflektif sekaligus inspiratif bagi seluruh warga madrasah dalam meneladani semangat perjuangan para santri.
Dalam sambutannya, Hj. Warsi, Kepala MTsN 3 Malang, menjelaskan bahwa tema Hari Santri 2025 sangat relevan dengan peran santri di era modern. “Tema Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia adalah tema yang sangat tepat. Tema ini mencerminkan tekad dan peran santri sebagai penjaga kemerdekaan sekaligus penggerak kemajuan. Santri tidak boleh hanya menjadi penonton dalam perubahan zaman. Santri harus hadir sebagai pelaku sejarah baru, menjadi pembawa nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin dalam membangun peradaban dunia yang damai, adil, dan berkeadaban,” tutur Hj. Warsi penuh semangat.

Kepala MTsN 3 Malang juga menegaskan bahwa Hari Santri bukan hanya peringatan seremonial, tetapi momentum kebangkitan dan pembuktian bahwa santri masa kini mampu menjawab tantangan zaman. “Santri sekarang tidak hanya harus menguasai kitab kuning, tetapi juga teknologi, sains, dan bahasa dunia. Dunia digital adalah ladang dakwah baru bagi santri untuk menyebarkan nilai-nilai Islam yang cinta damai, toleran, dan penuh kasih,” tambahnya.
Lebih lanjut, Hj. Warsi menautkan nilai-nilai Hari Santri dengan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang telah menjadi ruh pendidikan di MTsN 3 Malang. Menurutnya, semangat santri yang berlandaskan cinta kepada Allah, cinta ilmu, cinta tanah air, dan cinta sesama menjadi kunci membentuk generasi unggul. “Cinta inilah yang menuntun santri untuk berjuang tanpa pamrih, belajar dengan tekun, dan berdakwah dengan akhlak mulia,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Hj. Warsi berpesan agar seluruh murid menjadikan semangat Hari Santri sebagai dorongan untuk terus belajar dan berkontribusi bagi bangsa. “Santri masa kini harus tangguh, cerdas, dan berakhlak. Jadilah generasi yang membawa cahaya peradaban, menebar cinta dan kebaikan untuk Indonesia dan dunia,” pungkasnya.






