Lawang (MTsN 3 Malang) – Semarak tahun baru Islam 1447 H di MTsN 3 Malang diperingati dengan penuh makna melalui kegiatan Muharram Penuh Berkah, yang puncaknya ditandai dengan penyaluran santunan kepada 49 siswa yatim dan piatu. Total donasi yang berhasil dihimpun sebesar Rp17.003.000, yang bersumber dari partisipasi para guru, tenaga kependidikan, dan wali murid. Kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk kepedulian sosial, tetapi juga representasi nyata dari implementasi nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di madrasah.
Kepala MTsN 3 Malang, dalam sambutannya menegaskan bahwa santunan ini adalah bagian dari hubbullah (cinta kepada Allah) dan hubburrasul (cinta kepada Rasulullah), sebab mengeluarkan sebagian harta untuk anak yatim merupakan perintah dalam Al-Qur’an dan menjadi sunnah Nabi Muhammad SAW. “Dengan mencintai anak yatim, kita sedang meneladani akhlak Rasulullah. Inilah pendidikan yang tidak hanya membentuk kecerdasan, tetapi juga menghidupkan rasa cinta dan kasih sayang dalam diri siswa,” ujar Hj. Warsi.

Hj. Warsi melanjutkan, “Santunan ini juga menjadi wujud dari hubbunnas, cinta kepada sesama, yang merupakan elemen penting dalam KBC. Di MTsN 3 Malang, kami terus membiasakan peserta didik untuk peduli dan berbagi sejak dini. Ini adalah bentuk penguatan karakter yang tumbuh dari keteladanan dan kepedulian nyata.”
Terakhir, kepala MTsN 3 Malang berharap bahwa momentum Muharram dapat menjadi refleksi untuk memperkuat nilai-nilai spiritual dan sosial dalam kehidupan seluruh warga madrasah, karena selain menyemai rasa syukur, kegiatan ini juga mengajarkan makna keberkahan, keikhlasan, dan pengabdian kepada sesama sebagai bagian dari ibadah. Semoga langkah kecil ini menjadi bagian dari kontribusi nyata madrasah dalam mencetak anak-anak hebat, penuh cinta, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045, jelas Hj. Warsi.






