Lawang (MTsN 3 Malang) – Dengan mengusung tema “Belajar dengan Cinta, Bermain dengan Budaya, Tumbuh Bersama Madrasah”, Masa Ta’aruf Siswa Madrasah (MATSAMA) MTsN 3 Malang diikuti oleh 353 siswa baru. MATSAMA tahun ini dikemas dengan menanamkan Cinta Lewat Permainan Tradisional yang Edukatif dan Seru, dengan harapan mampu menghadirkan pengalaman berkesan, mendidik, dan membentuk karakter peserta didik sejak hari pertama mereka hadir di lingkungan madrasah.
Kegiatan Matsama 2025 dibuka secara langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. Jatim secara serantak melalui saluran zoom meeting. H. Akhmad Sruji Bahtiar, memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan MATSAMA secara resmi. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa tujuan utama MATSAMA adalah mengenalkan madrasah secara utuh kepada siswa baru. Hal ini meliputi sistem pembelajaran, tata tertib, lingkungan sekolah, serta budaya madrasah yang religius dan inklusif. “Siswa baru perlu mengenal lingkungan belajar mereka. Madrasah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman agar siswa dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Harapannya, anak-anak bisa berproses dengan baik dan meraih prestasi selama menempuh pendidikan di madrasah,” tutur H. Akhmad Sruji Bahtiar.

Sementara itu kepala MTsN 3 Malang menjelaskan bahwa MATSAMA bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan momentum penting untuk menyambut siswa baru dengan suasana yang aman, nyaman, dan penuh cinta. Selain itu, kegiatan MATSAMA tahun ini juga menjadi ruang untuk mengenalkan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) kepada siswa baru, serta program unggulan MTsN 3 Malang, yaitu Moderasi Beragama, Madrasah Ramah Anak dan Disiplin Positif, sosialisasi Syarat Kecakapan Ubudiyah, Pendidikan Anti Korupsi, Madrasah Riset, Gerakan Madrasah Menulis Buku, Sekolah Siaga Kependudukan, serta Madrasah Sehat Paripurna dan Pangan Jajan Anak Sekolah, semua materi dirancang dengan pendekatan interaktif dan menyenangkan untuk membangun karakter peserta didik secara holistik, jelas Hj. Warsi

Selain itu, Hj. Warsi juga menambahkan bahwa kegiatan MATSAMA MTsN 3 Malang dirancang untuk menumbuhkan serta penguatan kepada budaya lokal melalui permainan tradisional dengan pendekatan tematik berbasis budaya dan kearifan lokal. Setiap kelas peserta diberi nama yang terinspirasi dari permainan tradisional Indonesia, antara lain: Gobak Sodor, Egrang, Engklek, Petak Umpet, Congklak, Patok Lele, Ular Naga Panjang, Dam-daman, Benteng, dan Bakiak. Pendekatan ini tidak hanya menghidupkan kembali nilai-nilai budaya leluhur, tetapi juga membangun semangat kolaboratif, sportivitas, dan rasa cinta terhadap warisan budaya bangsa sejak hari pertama siswa mengenal madrasah, ungkap Kepala MTsN 3 Malang.

Hj. Warsi berharap dengan semangat cinta dan budaya yang diusung sejak awal, peserta didik baru dapat menjalani proses adaptasi dengan penuh semangat, keceriaan, dan kebersamaan. MATSAMA bukan hanya menjadi gerbang awal dalam mengenal lingkungan madrasah, tetapi juga menjadi pondasi dalam menanamkan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), yang meliputi cinta kepada Allah, Rasulullah, diri sendiri, sesama, lingkungan, serta bangsa dan negara. Dari sinilah karakter peserta didik dibentuk secara utuh, tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam akhlak, lembut dalam cinta, dan siap menjadi generasi berencana menuju Indonesia Emas 2045.






