Malang – Komitmen MTsN 3 Malang dalam memperluas implementasi Program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) terus diwujudkan melalui kegiatan pengimbasan kepada sekolah lain. Kamis (23/7), tim SSK MTsN 3 Malang bersama kader SSK melaksanakan sosialisasi di MTs Al-Ma’arif 2 Singosari, Kabupaten Malang. Kegiatan ini menjadi ajang berbagi praktik baik sekaligus memperkuat pemahaman murid mengenai isu-isu kependudukan yang dekat dengan kehidupan remaja.
Acara dibuka oleh Koordinator SSK MTsN 3 Malang, Rusmiati, S.Pd., yang menegaskan pentingnya keterlibatan sekolah dalam membentuk generasi muda yang sehat, berkarakter, dan memiliki kesiapan menghadapi tantangan masa depan. Setelah pembukaan, suasana semakin semarak ketika kader SSK MTsN 3 Malang menampilkan jingle SSK yang disambut antusias oleh seluruh peserta.

Memasuki sesi inti, para kader mengambil peran sebagai narasumber. Dengan penyampaian yang komunikatif dan interaktif, mereka mengenalkan berbagai program unggulan SSK, mulai dari Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R), Posyandu Remaja, hingga berbagai isu strategis yang menjadi fokus MTsN 3 Malang. Materi yang disampaikan mencakup pencegahan stunting, kesehatan mental remaja, pencegahan perundungan (bullying), kesehatan reproduksi, serta pelaksanaan Posyandu Remaja yang di dalamnya terdapat edukasi kesehatan dan pembagian Tablet Tambah Darah (TTD) bagi remaja putri.
Selama kegiatan berlangsung, kader SSK tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga aktif membangun komunikasi dua arah melalui diskusi dan berbagi pengalaman. Pendekatan tersebut membuat peserta lebih mudah memahami materi karena disampaikan oleh sesama remaja dengan bahasa yang sederhana dan dekat dengan kehidupan mereka.

Koordinator SSK MTsN 3 Malang, Rusmiati, S.Pd., mengatakan bahwa kader merupakan ujung tombak keberhasilan Program SSK. Menurutnya, kemampuan kader dalam menyampaikan edukasi kepada teman sebaya menjadi kekuatan utama dalam membangun budaya peduli kependudukan di lingkungan sekolah. “Kader SSK bukan sekadar peserta program, tetapi agen perubahan yang mampu menggerakkan teman-temannya untuk hidup sehat, saling menghargai, dan berani menjadi pelopor pencegahan berbagai persoalan remaja. Ketika murid mampu mengedukasi murid lainnya, dampaknya akan jauh lebih kuat dan berkelanjutan,” ujar Rusmiati.
Kepala MTs Al-Ma’arif 2 Singosari, Nur Hidayati, S.Si., menyambut baik kegiatan pengimbasan tersebut. Menurutnya, materi yang dibawakan kader SSK MTsN 3 Malang sangat relevan dengan kebutuhan remaja saat ini karena dikemas secara menarik, komunikatif, dan mudah dipahami. “Kami mengapresiasi kehadiran tim SSK MTsN 3 Malang beserta para kadernya. Mereka membuktikan bahwa murid mampu menjadi pendidik sebaya yang inspiratif. Pengalaman ini menjadi motivasi bagi kami untuk mengembangkan Program Sekolah Siaga Kependudukan di MTs Al-Ma’arif 2 Singosari agar manfaatnya dapat dirasakan seluruh warga madrasah,” tutur Nur Hidayati.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang sesi tanya jawab. Beragam pertanyaan mengenai kesehatan reproduksi, kesehatan mental, hingga peran PIK-R menunjukkan tingginya ketertarikan murid terhadap materi yang disampaikan. Para kader menjawab setiap pertanyaan dengan percaya diri dan didukung pendamping dari tim SSK MTsN 3 Malang.
Sebagai bentuk penguatan kerja sama, kegiatan ditutup dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara MTsN 3 Malang dan MTs Al-Ma’arif 2 Singosari. Kesepakatan tersebut menjadi langkah awal sinergi kedua madrasah dalam mengembangkan Program Sekolah Siaga Kependudukan, sehingga semakin banyak sekolah yang mampu menghadirkan lingkungan belajar yang sehat, aman, serta melahirkan generasi muda yang cerdas, peduli, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.