Lawang (MTsN 3 Malang) – Senin 30 September 2024 – Kader Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) MTsN 3 Malang turut andil dalam kegiatan debat pemilihan OSIS yang berlangsung meriah di mini dome MTsN 3 Malang. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wadah bagi siswa dalam mengekspresikan pendapat dan meningkatkan keterampilan berbicara di depan umum.
Debat dibuka oleh pembawa acara yang menjelaskan pentingnya pemilihan ini bagi pengembangan organisasi siswa. Setiap calon diberikan kesempatan untuk memaparkan program kerja mereka yang mencakup peningkatan kegiatan ekstrakurikuler, pembinaan karakter, dan peningkatan rasa solidaritas antar siswa.
Dalam sesi tanya jawab, para calon menjawab pertanyaan dari juri dan siswa dengan antusias. Beberapa isu yang dibahas meliputi kesehatan mental, kegiatan sosial, dan lingkungan sekolah. Salah satu calon, menekankan pentingnya peningkatan partisipasi siswa dalam kegiatan sekolah. “Saya berkomitmen untuk menjadikan OSIS sebagai wadah bagi semua siswa untuk berkontribusi dan menyalurkan bakat mereka,” ujarnya.

Kader SSK berperan aktif dengan memberikan dukungan dan ikut serta membantu mensukseskan acara, dalam penyampaian nya masing-masing calon memberikan pandangannya untuk menjadikan OSIS MTsN 3 malang agar lebih maju dan berkembang kedepannya dan juga menyampaikan isu-isu kependudukan yang relevan, seperti kesehatan reproduksi dan pentingnya pemahaman kependudukan di kalangan remaja.
Debat ini berlangsung dengan suasana yang penuh semangat dan saling menghargai. Banyak siswa yang memberi dukungan kepada calon favorit mereka, dan suasana menjadi semakin hidup dengan teriakan dan tepuk tangan. Kegiatan ini tidak hanya memberi kesempatan kepada calon untuk menunjukkan kemampuan berbicara di depan umum, tetapi juga meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya peran aktif dalam organisasi. Acara diakhiri dengan pengumuman tanggal pemungutan suara, yang diharapkan dapat berjalan lancar dan demokratis.
Dengan adanya keterlibatan Kader SSK, diharapkan pemahaman siswa tentang kependudukan semakin meningkat dan dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga inisiatif ini menjadi langkah awal untuk menciptakan generasi yang lebih peduli terhadap isu-isu sosial dan kesehatan.






